Kemenperin pacu kualitas vokasi industri lewat program Master Trainer

Kemenperin pacu kualitas vokasi industri lewat program Master Trainer

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi industri melalui program Master Trainer guna menciptakan sumber daya Insan (SDM) kompeten, yang Bisa mendukung percepatan industrialisasi nasional dan memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan industri manufaktur Lagi menjadi tulang punggung perekonomian nasional, Berkualitas dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) maupun penyerapan tenaga kerja.

Oleh karena itu, penguatan SDM industri berbasis kebutuhan dunia industri menjadi prioritas pemerintah.

“Pendidikan vokasi yang sukses harus berbasis pada kebutuhan riil di ruang produksi melalui prinsip link and match. Kemenperin berkomitmen membangun ekosistem dual system pada pendidikan vokasi yang kuat dan Mempunyai standar Dunia,” kata Menperin.

Menperin mengemukakan realisasi penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025.

Selain itu, sektor industri pengolahan juga tercatat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada awal 2026.

“Capaian tersebut menjadi landasan kuat bagi Kemenperin Buat Maju memperluas program link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja Dunia,” imbuhnya.

Dalam rangka memperkuat Rekanan antara dunia pendidikan dan industri, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Insan Industri (BPSDMI) berkolaborasi dengan Pemerintah Swiss melalui Swisscontact Buat menjalankan proyek Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).

Salah satu implementasinya adalah penyelenggaraan pelatihan Master Trainer/Instruktur Tempat Kerja (In-Company Trainer/ICT) pada 18-25 Mei 2026 di Jakarta.

Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan kolaborasi dengan Swiss tersebut menjadi langkah Krusial dalam mempercepat transfer pengetahuan, budaya kerja industri, serta Ciptaan Buat meningkatkan daya saing nasional.

“Kegiatan ICT ini Mempunyai peran Krusial dalam mentransfer kompetensi, membimbing proses pembelajaran berbasis industri, serta memastikan standar kompetensi dapat diterapkan secara Konkret di lingkungan kerja,” ujar Doddy.

Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari tersebut difokuskan pada penguatan ekosistem ICT Buat implementasi magang terstruktur di Distrik Banten, pengembangan jaringan Master ICT di Sumatera, serta penguatan kapasitas teknis service provider di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sejak diinisiasi pada tahun 2019, Kemenperin Serempak Swiss telah melatih sebanyak 1.310 ICT dan 139 Master ICT.

Jumlah tersebut menunjukkan komitmen kedua pihak dalam membangun ekosistem pengembangan SDM industri yang kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menilai, peningkatan kualitas dan kuantitas ICT menjadi kebutuhan Krusial dalam mendukung implementasi pendidikan vokasi berbasis industri.