BGN Warning SPPG di Pamekasan, Ini Kata Ketua Satgas MBG

Foto BeritaJatim.com

Pamekasan (Liputanindo.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan keras (warning) kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Peringatan ini muncul berdasar hasil Pengkajian Berbarengan Satuan Tugas (Satgas) MBG dan menemukan puluhan SPPG di Distrik setempat dinyatakan bermasalah. Dari total 120 unit SPPG, sebanyak 45 SPPG di antaranya teridentifikasi Bukan memenuhi standar yang ditetapkan.

Dalam pertemuan Berbarengan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN di Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 282 Pamekasan , Rabu (15/4/2026). Ditemukan masalah yang cukup Variasi, mulai dari kondisi dapur yang kotor, proses penyajian makanan yang kurang higienis, hingga kualitas tenaga juru Matang yang dinilai belum memadai.

Selain itu, juga terdapat SPPG yang belum Mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga Bukan memenuhi syarat operasional. Sehingga BGN memberikan teguran langsung sekaligus rekomendasi perbaikan, di mana pengelola SPPG diminta meningkatkan standar kebersihan, kualitas pelayanan, serta memberikan pelatihan teknis kepada pekerja dapur.

Bukan hanya itu, BGN juga menghentikan sementara operasional beberapa SPPG yang dianggap paling bermasalah, terutama yang belum Mempunyai fasilitas dasar seperti IPAL. Termasuk operasional baru akan dibuka kembali setelah seluruh kekurangan diperbaiki.

Dari Variasi persoalan tersebut, Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto menegaskan Kepada Lanjut melakukan pengawasan ketat. “Apabila pengelola SPPG mengabaikan rekomendasi BGN, maka Hukuman lebih tegas seperti penghentian operasional hingga penutupan permanen Dapat diberlakukan,” kata Sukriyanto, Senin (20/4/2026).

“Kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius karena program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Pengkajian dan perbaikan diharapkan dapat memastikan makanan yang disalurkan Terjamin, higienis, dan sesuai standar gizi,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya menyampaikan sedikitnya Terdapat empat catatan BGN kepada sejumlah SPPG di daerah yang dipimpinnya. “Pertama Terdapat 45 dapur SPPG Kepada diperbaiki dengan tetap mengikuti juknis (petunjuk teknis) dari BGN. Kedua SPPG Lanjut meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik,” jelasnya.

“Ketiga dapur yang Tetap belum layak agar segera memenuhi standar atau ketentuan dari BGN. keempat Terdapat sejumlah dapur yang di suspend dengan beberapa Unsur, di antaranya Unsur kebersihan, kelengkapan dan IPAL. Karena itu, dalam sepekan kedepan akan kita tindaklanjuti Kepada diselesaikan,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, pria yang juga tercatat sebagai Wakil Bupati Pamekasan, juga meminta agar pengelola SPPG dengan Segera memperbaiki dan melaksanakan rekomendasi tersebut agar distribusi MBG kepada penerima manfaat sesuai dengan Asa.

“Kami (Satgas) akan Lanjut memantau dan mengawasi seluruh SPPG, Apabila tetap mengabaikan dan Bukan memenuhi rekomendasi tersebut akan dilaporkan ulang ke BGN. Kemudian nanti kebijakan dari BGN, apa mau suspend atau tutup,” pungkasnya. [pin/kun]