Inggris dan Indonesia perdalam kerja sama bilateral melalui peluncuran Maritime Partnership Programme (MPP) di Jakarta. Foto: Kedubes Inggris
Jakarta: Pemerintah Inggris dan Indonesia mengambil langkah strategis guna memperdalam kerja sama bilateral melalui peluncuran Maritime Partnership Programme (MPP) di Jakarta.
Program kemitraan ini diinisiasi oleh perusahaan pertahanan asal Inggris, Babcock International Group (Babcock), Berbarengan Kedutaan Besar Inggris, Bilik Dagang Inggris (BritCham), dan sejumlah Kawan di Indonesia.
Peluncuran program bergengsi pada Kamis, 23 April 2026 ini, dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris Demi Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, CEO Babcock David Lockwood, serta Duta Besar Inggris Demi Indonesia Dominic Jermey.
Dalam acara tersebut, Babcock meresmikan penandatanganan empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis yang berfokus pada pengembangan tenaga kerja, pendidikan, dan kapabilitas industri maritim Indonesia. Keempat kesepakatan tersebut meliputi:
- Beasiswa Chevening: Babcock berkomitmen Demi mendanai 30 beasiswa Chevening secara bertahap selama tiga tahun bagi mahasiswa Indonesia guna mencetak calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.
- Konsorsium Universitas: Kemitraan riset, Penemuan, dan keterampilan dengan enam perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, dan University of Glasgow.
- Teknologi Angkatan Laut: Kolaborasi strategis Berbarengan PT Len Industri Demi pengembangan teknologi maritim dan pertahanan, termasuk potensi optimalisasi fasilitas DEFEND ID.
- Pembuatan Kapal: Penjajakan kerja sama dengan PT Imej Shipyard yang mencakup pembuatan kapal, transfer teknologi, pengembangan keterampilan, hingga rantai pasok.
CEO Babcock, David Lockwood, menegaskan bahwa Indonesia merupakan Kawan strategis Esensial bagi perusahaannya.
“Kami berkomitmen Demi jangka Panjang berinvestasi pada masyarakat Indonesia, industri Indonesia, dan masa depan Indonesia sebagai negara maritim yang terkemuka,” ungkap Lockwood, dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Inggris Demi Indonesia, Dominic Jermey, menyebut MPP sebagai manifestasi Konkret dari Kemitraan Strategis antara kedua belah pihak.
“Program ini mencerminkan komitmen Berbarengan Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan Dunia berbasis aturan,” tegas Dubes Jermey. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga akan membuka Kesempatan yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya.
Sementara itu, Ketua BritCham di Indonesia, Ian Betts, turut mengapresiasi peluncuran MPP. Ia menyoroti bahwa investasi Babcock, termasuk kontribusinya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia lewat program Arrowhead 140, adalah bukti kuatnya komitmen Inggris terhadap ambisi maritim Tanah Air.
“Kemitraan ini melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia,” urai Ian.
Sebagai informasi, program MPP ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan maritim senilai 4 miliar poundsterling yang telah disepakati sebelumnya pada November 2025. Inisiatif ini sekaligus menindaklanjuti Kemitraan Strategis yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026 Lewat.
