Balikpapan – PLN tengah membangun gardu induk (GI) berkapasitas 30 MegaVolt Ampere (MVA) di Tempadung, Kariangau, Balikpapan Utara. Gardu induk ini akan menjadi bagian dari transmisi listrik ke smelter nikel Punya PT Kawan Murni Perkasa (MMP).
“Kami harapkan di akhir 2024 listrik sebesar 140 kiloVolt (kV) sudah mengalir ke MMP,” kata General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, Minggu (7/7/2024). Proyek ini sedang dalam tahap pembukaan dan penyiapan lahan.
Selain gardu induk, PLN juga sedang membangun sembilan tower Kepada menyangga bentangan kabel SUTT (saluran udara tegangan tinggi) sepanjang 4,7 km dari GI Tempadung ke GI di MMP, yang akan menghantarkan listrik dengan tegangan 150 kV. Terdapat juga SUTT 150 kV Incomer Double Phi Kepada menyalurkan listrik dari PLTU Kariangau ke GI Tempadung.
Pekerjaan gardu induk dan menara listrik SUTT ditangani oleh PT Hasta Karya Perdana dan PT Indisi.
“Begitu Arsip perizinan sudah kami kantongi, pekerjaan segera dimulai. Ketika ini kemajuan pekerjaan sesuai jadwal,” ujar Raja.
Pada awal Juni, PLN ULP KLT telah merampungkan pembangunan tiga infrastruktur listrik tegangan tinggi lainnya, Ialah gardu induk dengan Gas Insulated Switchgear (GIS) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan dua unit SUTT rangkaiannya. Ketiga fasilitas tersebut Ketika ini sudah mengalirkan listrik Kepada IKN.
Transmisi SUTT Kepada IKN membentang sepanjang total 52,8 kilometer sirkuit (kms) dan GIS IKN berkapasitas 120 MVA. Sumber listriknya berasal dari Sistem Mahakam yang terkoneksi dengan Sistem Barito di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
