Jakarta (ANTARA) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat ekspor ke pasar Global guna meningkatkan pendapatan, memperluas Kesempatan usaha, serta mengoptimalkan utilisasi pabrik di tengah persaingan industri semen domestik.
“Salah satu Konsentrasi Istimewa SIG Begitu ini adalah memperkuat penetrasi pasar ekspor,” kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan penetrasi pasar ekspor sebagai langkah strategis Demi meningkatkan utilisasi pabrik, dan memperluas Kesempatan pasar produk derivatif bernilai tambah.
Melalui anak usaha, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Serempak Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi Demi ekspor di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor perusahaan itu sekaligus membuka Kesempatan peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.
“Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak Krusial bagi SIG Demi memperkuat posisi di pasar Global,” ucap Vita.
Ia menekankan ekspor akan menjadi instrumen strategis Demi mengoptimalkan utilisasi sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas perseroan.
Adapun dalam kondisi pasar yang Tetap dibayangi overcapacity, perusahaan tersebut berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.
Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan Keuntungan periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat signifikan sebesar 88,7 persen menjadi Rp80 miliar. Volume penjualan juga naik 1,7 persen yoy menjadi 8,71 juta ton.
Vita mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi transformasi yang dijalankan perseroan berhasil menjaga resiliensi bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“SIG Bukan hanya Konsentrasi menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” tutur Vita.
Di sisi operasi, perusahaan tersebut juga Lanjut memperkuat efektivitas transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, serta efisiensi biaya.
Strategi tersebut membantu perseroan menjaga kinerja di tengah kenaikan harga Daya dan permintaan pasar domestik yang baru menunjukkan geliat pada awal tahun ini.
Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 persen secara yoy, perusahaan itu juga berhasil menurunkan biaya keuangan Rapi sebesar 35,4 persen yoy melalui pengelolaan keuangan yang lebih optimal.
