Tentu saja, seorang pemain berusia 19 tahun seperti El Mala, yang belum pernah tampil dalam pertandingan Global Buat Jerman, Tak Pandai menyainginya. Tetapi, pemain muda berbakat dari 1. FC Köln yang lincah ini, yang tahun Lampau Tetap bermain di Aliansi 3, telah mencetak 13 gol dan memberikan lima assist dalam 34 pertandingan di Bundesliga. El Mala bertanggung jawab atas Nyaris 37 persen gol Köln, yang Tak Eksis yang Pandai mengunggulinya di kasta tertinggi.
Jadi, Nomor-angkanya secara murni sedikit lebih Berkualitas daripada Sane. Apakah El Mala lebih Layak daripada Sane Buat ikut ke Piala Dunia, pada akhirnya adalah pertanyaan yang sia-sia. Dia Jernih memberikan kesan yang lebih Berkualitas sepanjang musim. Dia juga dalam performa yang lebih Berkualitas daripada Sane, yang sempat duduk di bangku cadangan Demi melawan Gala, tetapi jauh lebih berpengalaman.
Nagelsmann kini memilih Buat Tak memanggil seorang pemain muda yang kemungkinan besar akan menganggap pemanggilan pertamanya sebagai kehormatan dan Kesempatan besar, serta akan memberikan segalanya Buat seragam DFB. Dan Buat Sane, yang bahkan dicemooh oleh penonton tuan rumah sendiri setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan Ghana. “Dia adalah pemain yang semakin terlihat apa yang Tak dia miliki, karena sayangnya terkadang dia Mempunyai aura tertentu,” kata Nagelsmann tentangnya.
