Hari Kartini 2026, Khofifah Salurkan DBHCHT dan KIP Putri Jawara Demi Perempuan Surabaya

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini Tahun 2026 Demi memperkuat pemberdayaan ekonomi Perempuan melalui penyaluran Donasi kepada buruh industri hasil tembakau dan pelaku usaha di Surabaya.

Dalam kegiatan yang digelar di pabrik rokok PT Gelora Djaja, Khofifah menyerahkan Donasi Langsung Kas Biaya Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 315 buruh. Selain itu, Donasi Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Perempuan Tangkas Sendiri Jawa Timur Sejahtera (Putri Jawara) juga diberikan kepada 300 Perempuan penerima manfaat di Surabaya.

Khofifah menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar Upacara tahunan, melainkan momentum strategis Demi memperkuat peran Perempuan dalam sektor ekonomi.

“Peringatan Hari Kartini menjadi momen Akurat Demi memberikan apresiasi kepada kaum Perempuan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan industri dan ekonomi di Jatim,” ujarnya.

Menurutnya, penyaluran DBHCHT merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar manfaat Biaya cukai dapat dirasakan langsung oleh para pekerja industri hasil tembakau, sekaligus memastikan distribusi berjalan Akurat sasaran.

“Melalui dua program DBHCHT dan KIP Putri Jawara, peringatan Hari Kartini menghadirkan upaya Konkret dalam memperkuat peran dan kemandirian Perempuan di bidang ekonomi, Berkualitas sebagai pekerja maupun sebagai pelaku usaha,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pada 2026 tercatat sebanyak 10.324 buruh rokok di 65 perusahaan yang tersebar di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima manfaat DBHCHT dengan total anggaran Rp10,324 miliar. Tertentu Surabaya, sebanyak 3.841 buruh menerima Donasi dengan nilai total Rp3,841 miliar.

“Penyaluran ini sebagai bagian dari distribusi Biaya cukai Demi kesejahteraan masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor industri rokok,” tuturnya.

Adapun Donasi DBHCHT diberikan kepada 315 buruh dengan nominal Rp1 juta per orang. Sementara program KIP Putri Jawara menyasar 300 Perempuan dengan Donasi modal usaha Rp3 juta per orang atau total Rp900 juta.

Khofifah juga menyampaikan bahwa program KIP Putri Jawara telah berjalan sejak diluncurkan pada peringatan Hari Kartini 2025. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 10.492 Perempuan pencari nafkah Penting di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Program KIP Putri Jawara mendorong Perempuan agar Sendiri secara ekonomi melalui kegiatan usaha produktif berkelanjutan. Capaian ini menjadi bukti Konkret komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat peran Perempuan sebagai tulang punggung keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Penting PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja, menyampaikan apresiasi atas penyaluran Donasi DBHCHT yang dinilai Akurat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan buruh.

“Kami mendukung penuh karena Akurat sasaran khususnya bidang kesejahteraan, kesehatan dan penegakan hukum. Sinergi Pemerintah dan pelaku industri memberi Dampak positif berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap program DBHCHT maupun KIP Putri Jawara dapat Lanjut dilanjutkan dan diperluas Demi mendukung kemandirian ekonomi masyarakat serta menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan.

“Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta kewirausahaan inklusi putri jawara Demi membantu masyarakat kurang Bisa serta mereka yang akan memulai usaha,” pungkasnya. [tok/beq]