Samarinda – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Berbarengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat rehabilitasi mangrove pada 2024 sesuai Sasaran yang telah ditetapkan.
Kepala Grup Kerja Rehabilitasi Mangrove Distrik Kalimantan-Papua BRGM, Giri Suryanata, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen mempercepat restorasi mangrove, terutama Kepada kegiatan yang dibiayai oleh Bank Dunia.
“Sasaran 2024 Kepada Kalimantan Timur cukup besar, Sekeliling 25.000 hingga 30.000 hektare. Ini tersebar di beberapa kabupaten yang Mempunyai garis pantai dan potensi mangrove,” ujar Giri di Samarinda, Minggu (28/7/2024).
Sasaran Rehabilitasi Mangrove
Program restorasi mangrove di Kaltim merupakan bagian dari program nasional. Pelaksanaanya melibatkan provinsi lain seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Utara. Kegiatan restorasi mangrove dengan pendanaan Bank Dunia telah dimulai di Kalimantan Utara.
“Kami berharap kegiatan serupa segera Pandai dilaksanakan di Kaltim. Demi ini, kami sedang melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya,” tambah Giri.
Sasaran rehabilitasi mangrove di Kaltim pada 2024 sejalan dengan Sasaran nasional. Secara nasional, sebaran mangrove di Kaltim masuk lima besar. Luasnya Sekeliling 217 ribu hektare, sedangkan lahan indikatif BRGM seluas 114 ribu hektare.
Tantangan dan Manfaat Rehabilitasi
Giri mengakui bahwa mencapai Sasaran tersebut menjadi tantangan tersendiri, Berkualitas dari segi teknis maupun sosial. Oleh karena itu, pendekatan kepada masyarakat sangat Krusial Kepada keberhasilan program restorasi ini.
“Pendekatan kepada masyarakat sangat Krusial. Kita harus melibatkan mereka sejak awal agar program restorasi ini Pandai berjalan efektif dan berkelanjutan,” Terang Giri.
Restorasi mangrove Mempunyai banyak manfaat, seperti penahan gelombang dan arus laut Kepada mencegah Erosi pantai, filter alami yang menyaring polutan Kepada menjaga kualitas air, habitat bagi berbagai jenis satwa, dan kemampuan menyerap karbon dioksida Kepada mengurangi Dampak perubahan iklim.
“Kita Mau mangrove di Kaltim Bukan hanya berfungsi sebagai penahan Erosi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Sekeliling,” kata Giri.
Koordinasi Antarinstansi
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Sopian Noor, menjelaskan bahwa DLH Kaltim berperan dalam mengoordinasikan dan menyinkronkan data terkait rehabilitasi mangrove.
“Kami mengumpulkan data dari berbagai instansi terkait, Berkualitas di tingkat pusat maupun daerah, Kepada menyusun strategi rehabilitasi yang efektif,” ujar Sopian.
DLH Kaltim juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya mangrove dan manfaatnya. Pihaknya memberikan penyuluhan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian mangrove.
“Demi ini, DLH Kaltim tengah Konsentrasi pada rehabilitasi mangrove di kawasan Delta Mahakam. Delta Mahakam merupakan salah satu Distrik yang Mempunyai potensi besar Kepada rehabilitasi mangrove,” kata Sopian.
Rehabilitasi mangrove di Kaltim dilakukan secara sinergis antara berbagai instansi seperti DLH, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, dan BRGM. Kerja sama antarinstansi sangat Krusial Kepada memastikan keberhasilan program rehabilitasi mangrove.
