Bayangkan kalau rumah subsidinya Sekeliling 50 ribu rumah kemudian bedah rumahnya 30 ribu rumah. Ini akan menggerakkan ekonomi,
Brebes (ANTARA) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyetujui permintaan Gubernur Ahmad Luthfi atas penambahan kuota 50 ribu rumah subsidi di Jawa Tengah sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat dan motor penggerak ekonomi daerah.
“Tadi pak Gubernur juga minta dinaikkan kuota rumah subsidi. Tahun Lampau Sekeliling 25 ribu, tadi minta 50 ribu, saya setuju,” katanya di Brebes, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut dia, peningkatan kuota rumah subsidi akan memberi Akibat signifikan terhadap perputaran ekonomi di Jawa Tengah, terlebih Kalau dibarengi dengan program bedah rumah yang Lanjut diperluas.
“Bayangkan kalau rumah subsidinya Sekeliling 50 ribu rumah kemudian bedah rumahnya 30 ribu rumah. Ini akan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi dengan serapan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR perumahan terbesar di Indonesia.
Bahkan, kata dia, Bank Jateng tercatat sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan penyaluran pembiayaan perumahan terbesar secara nasional.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, pembangunan perumahan merupakan bagian dari pelayanan dasar masyarakat yang harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa.
“Dalam rangka membangun Provinsi Jawa Tengah, kita harus melakukan kolaborasi. Kolaborasi itu namanya kebersamaan, itu namanya bareng-bareng,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah Lanjut memperkuat program bedah rumah di 35 kabupaten/kota guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat terutama bagi Anggota berpenghasilan rendah.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepastian tata ruang bagi pengembang perumahan.
“Kami meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat penyelesaian tata ruang agar pembangunan perumahan Bukan berbenturan dengan lahan sawah dilindungi. Jaga Area kita, ciptakan rasa Kondusif, ketenteraman, dan gotong royong sebagai napas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
