Desa Penglipuran mulai bangkitkan wisata kebugaran lewat ajang lari

Desa Penglipuran mulai bangkitkan wisata kebugaran lewat ajang lari

Peserta Enggak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana asri dan budaya khas Desa Penglipuran, nah rutenya kita mulai dari selatan di tugu pahlawan mengelilingi desa dan masuk ke hutan bambu..,

Denpasar (ANTARA) – Kaum Desa Penglipuran yang terkenal dengan kekompakannya mengembangkan wisata budaya dan alam mulai membangkitkan wisata kebugaran melalui ajang lari santai.

“Tiba Begitu ini kan Desa Penglipuran dikenal dengan destinasi budaya atau lingkungan, kami ke depan Ingin menambah nilai Penglipuran sebagai wellness tourism (wisata kebugaran), memang ini lari olahraga tapi mengarahnya ke wellness,” kata Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa.

Sumiarsa Begitu dikonfirmasi di Denpasar, Sabtu menjelaskan, ide mengepakkan sayap ke segmen wisata kebugaran muncul dari semangat masyarakat dan pengelola dalam mengoptimalkan seluruh ruang di desa.

Posisi paling menonjol adalah hutan bambu seluas 45 hektare yang beberapa tahun terakhir Lanjut ditingkatkan fungsinya Tetapi Tetap banyak sisi yang Dapat dieksplorasi.

Atas dasar itu dibarengi kemampuan generasi muda Desa Penglipuran dalam menggelar sebuah festival, maka lahir lah ajang lari santai 5 kilometer yang dinamai Penglipu-Run 2026.

Kepada Antara, pengelola menyampaikan bahwa ajang lari santai ini didesain mengarah ke fungsi kesehatan dan kebugaran para wisatawan, Karena di rute yang cukup singkat peserta akan lebih banyak Pusat perhatian pada pengalaman lari di hutan bambu dan kawasan desa wisata yang mendapat predikat desa wisata terbaik dunia oleh UNWTO itu.

“Peserta Enggak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana asri dan budaya khas Desa Penglipuran, nah rutenya kita mulai dari selatan di tugu pahlawan mengelilingi desa dan masuk ke hutan bambu, terakhir akan kembali ke relief area Istimewa desa wisata,” ujarnya.

Sumiarsa menegaskan, Penemuan-Penemuan ini merupakan langkah Konkret kolaborasi Kaum dalam memperkuat posisi Desa Penglipuran sebagai destinasi yang perhatian terhadap kesehatan.

Dengan udara yang Segar, lingkungan yang Rapi, serta suasana desa yang nyaman, menjadi daya tarik Istimewa dalam mendukung gaya hidup sehat dan aktivitas wisata berbasis kebugaran.

Buat ajang lari santai sendiri mereka gelar pada 7 Juni 2026 di dalam kawasan Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Di kegiatan perdana ini, Sumiarsa menargetkan 500 peserta bergabung Bagus wisatawan asing, domestik, maupun masyarakat Bali yang aktif dalam komunitas-komunitas lari.