Distribusi LPG 3 Kg di Bojonegoro Terjamin, 3,42 Juta Tabung Tersalurkan hingga Maret 2026

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Siaran:

  • Distribusi LPG 3 kg di Bojonegoro dipastikan Terjamin dan terkendali
  • Hingga Maret 2026, Sekeliling 3,42 juta tabung telah tersalurkan
  • Didukung 27 agen dan 1.427 pangkalan di 28 kecamatan
  • Pemkab pastikan distribusi Lancar dan harga tetap Kukuh

Bojonegoro (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi Terjamin dan terkendali sepanjang 2026.

Pemantauan dilakukan secara berkala guna menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat di seluruh kecamatan, terutama Buat kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro.

Berdasarkan data tahun 2026, alokasi LPG bersubsidi Buat Bojonegoro mencapai 38.797 metrik ton (MT). Hingga akhir Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat sebesar 10.260 MT.

Apabila dikonversi ke dalam tabung 3 kilogram, jumlah tersebut setara Sekeliling 3,42 juta tabung. Rata-rata distribusi selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Sekeliling 38 ribu tabung per hari.

Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan dan Usaha Mikro Dinas Perdagangan Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawat, menyebut distribusi LPG sejauh ini berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Dengan dukungan agen dan pangkalan di seluruh kecamatan, kami berupaya menjaga stabilitas distribusi LPG agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Buat mendukung penyaluran, Begitu ini terdapat empat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Bojonegoro, yakni di Medalem, Kapas, Padangan, dan Ringinrejo, Kalitidu. Tetapi, SPBE Ringinrejo Tetap belum beroperasi karena tengah menjalani proses perpanjangan izin usaha.

Di tingkat distribusi akhir, penyaluran LPG ditopang oleh 27 agen Formal dan 1.427 pangkalan yang tersebar di 28 kecamatan. Jaringan ini menjadi Unsur Krusial dalam menjaga keterjangkauan LPG subsidi bagi masyarakat.

Yuri menegaskan bahwa peran Dinas Perdagangan lebih difokuskan pada pengawasan dan pengendalian distribusi barang Krusial dan bersubsidi.

“Kalau terkait penindakan, itu bukan ranah kami. Kami hanya melakukan pengawasan dan pengendalian distribusi agar tetap sesuai ketentuan,” tegasnya.

Koordinasi Lanjut dilakukan Berbarengan agen dan pengelola SPBE Buat mengantisipasi potensi kendala distribusi, terutama Begitu terjadi peningkatan permintaan di masyarakat.

“Buat Begitu ini distribusi Lancar dan harga Tetap Kukuh,” pungkasnya. [lim/beq]