Kediri – Komunitas pegiat kurma di Kediri berhasil membudidayakan lebih dari sepuluh jenis kurma. Komunitas ini mulai menanam kurma sejak enam tahun Lewat dengan menggunakan bibit yang berasal dari pohon kurma yang sudah berbuah di Indonesia. Dengan Langkah ini, bibit lebih mudah beradaptasi dengan iklim tropis, berbeda dengan bibit impor yang membutuhkan waktu lebih Lamban Buat menyesuaikan diri.
Koordinator komunitas Kurma Kediri Achmad Sabiqi mengungkapkan bahwa iklim Indonesia cocok Buat budidaya kurma. Ia berargumen bahwa tanaman kelapa dan kelapa sawit yang Tetap satu rumpun dengan kurma Bisa tumbuh dengan Bagus di Indonesia, sehingga pohon kurma pun Mempunyai potensi yang sama.
“Di Indonesia, kami mulai menanam kurma Sekeliling enam tahun Lewat. Kami memilih bibit dari indukan yang sudah berbuah di Indonesia agar adaptasinya lebih Segera. Di demonstration plot (demplot) ini, pohon kurma yang sudah berusia lima tahun mulai berbuah antara umur 2,5 hingga 4 tahun dari semai biji,” Jernih Achmad Demi ditemui di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Rabu (12/3/2025).
Demi ini, komunitas tersebut Mempunyai Sekeliling 3.500 Member yang tersebar di berbagai Distrik Kediri. Para Member bebas menanam kurma sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki, mulai dari 60 pohon hingga ratusan pohon per orang.
Beberapa jenis kurma yang berhasil dibudidayakan di Kediri antara lain barhee, sukkari, konese, muzafati, lulu, kholas, ruthob, dayri, dan halawy. Buat memperdalam pengetahuan budidaya kurma, komunitas ini Mempunyai pusat edukasi kurma di Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, yang dikelola langsung oleh Achmad Sabiqi.
“Member Bisa belajar gratis di pusat edukasi kurma Kediri, tempat tinggal saya. Kadang kami juga melakukan kunjungan belajar ke daerah lain seperti Pasuruan, Lamongan, dan Gresik,” tambahnya.
Kurma yang ditanam di Kediri Mempunyai masa panen Sekeliling 120 hari setelah Mengembang muncul. Setiap pohon Bisa menghasilkan 22 hingga 50 kilogram kurma per panen. Harga jualnya berkisar antara Rp300 ribu hingga jutaan rupiah per kilogram, tergantung jenisnya. Tingginya permintaan Membikin para petani Tak sempat menjual secara offline karena Nyaris seluruh panen sudah dipesan melalui sistem pre-order secara online.
Menurut Achmad, kurma Asal Indonesia Mempunyai kandungan nutrisi yang lebih kompleks dibandingkan kurma impor. Hal ini disebabkan oleh kesuburan tanah dan sumber daya alam Indonesia yang kaya. Selain itu, perawatan pohon kurma pun relatif mudah, cukup dengan pemupukan kompos secara rutin dan penyiraman dua kali seminggu Demi musim kemarau.
Buat mencegah serangan hama seperti kumbang kelapa dan lalat buah, para petani melakukan pembersihan pohon serta penyemprotan pestisida secara rutin.
“Kualitas kurma Indonesia lebih Bagus dibanding kurma impor karena kandungan nutrisinya lebih kompleks. Hama yang menyerang juga Tak jauh berbeda dengan tanaman kelapa, cukup dengan perawatan rutin seperti pembersihan dan penyemprotan pestisida,” terang Achmad.
Selain menjual buah kurma, komunitas ini juga menyediakan bibit bagi masyarakat yang tertarik membudidayakan kurma. Harga bibit berkisar antara Rp200 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan ukuran tanaman.
Keberhasilan budidaya kurma di Kediri menunjukkan bahwa tanaman ini Mempunyai prospek cerah di Indonesia. Kalau Lanjut dikembangkan, bukan Tak mungkin Indonesia Bisa menjadi salah satu produsen kurma yang Bisa Bertanding di pasar Global.
