Rupiah Hari Ini Menguat, Simak Peran APBN dan Intervensi BI

Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.


Jakarta: Nilai Ganti rupiah pada penutupan perdagangan hari ini menguat 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per USD. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.278 per USD dari sebelumnya Rp17.308 per USD.

Pengamat ekonomi mata Doku dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan kurs rupiah menguat ditopang keyakinan pemerintah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Ketika ini dalam posisi kuat menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah yang Membangun harga komoditas Daya melonjak.

“Ketika harga minyak mentah bergejolak tinggi, dan nilainya di atas Dugaan makro APBN 2026, yakni di atas USD100 per barel, pemerintah Lagi Dapat menahan kenaikan harga, khususnya BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi dalam negeri tanpa harus menguras cadangan APBN dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL),” ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis, dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

 



Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

 

SAL pemerintah belum terpakai

Kini, SAL pemerintah dengan total nominal Rp423 triliun disebut belum terpakai Buat menghadapi tekanan belanja subsidi akibat kenaikan harga komoditas Daya. SAL disebut menjadi sumber Doku terakhir bagi pemerintah apabila anggaran belanja sudah tak Pandai menahan Sasaran defisit di Rendah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan kemampuan APBN yang Lagi melakukan efisiensi dan realokasi belanja-belanja ke sektor  prioritas, lanjutnya, pemerintah mengaku Lagi tenang Buat mengelola defisit APBN 2026 sesuai Sasaran di Rendah 3 persen dari PDB, sebagaimana yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Bank Indonesia turut menegaskan bakal memaksimalkan seluruh bauran kebijakan moneter. Intervensi dilakukan secara simultan di pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF), pasar spot, serta pasar domestik Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“Kagak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore, sebagai upaya Buat memperkuat stabilitas mata Doku rupiah sekaligus mendorong penggunaan mata Doku lokal dalam bertransaksi,” kata Ibrahim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *