Jakarta – Satuan Kerja Spesifik Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa realisasi lifting minyak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada 2024 mencapai rata-rata 146 ribu barel per hari (BOPD). Capaian ini melampaui Sasaran yang sebelumnya ditetapkan pemerintah, yakni 125 ribu BOPD.
“Realisasi produksi 2024 itu, Exxon Terdapat di 146 ribu BOPD,” ungkap Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro, dalam acara buka puasa Berbarengan di Jakarta, Rabu malam (19/3/2025).
Keberhasilan ini Membangun SKK Migas dan ExxonMobil optimistis dalam merealisasikan Sasaran produksi rata-rata 136 ribu BOPD Buat 2025.
“Karena kami Menyaksikan tren closing-nya dari Exxon sendiri pada 2024 Terdapat di 146 ribu BOPD, kami Percaya, begitu juga Exxon, Buat mencapai Sasaran 136 ribu BOPD tahun ini,” tambah Hudi.
Dengan kapasitas produksi Blok Cepu yang mencapai 155 ribu BOPD, ExxonMobil kini menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Blok ini Pandai menghasilkan Sekeliling 24 juta liter minyak per hari, berkontribusi besar terhadap ketahanan Kekuatan Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta ExxonMobil Buat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 150 ribu BOPD pada 2026. Menanggapi permintaan tersebut, Presiden Direktur EMCL Carole Gall menegaskan komitmen ExxonMobil dalam mendukung peningkatan produksi nasional.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pengeboran tujuh sumur baru di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Dua dari tujuh sumur tersebut telah mulai beroperasi sejak 2024, sementara lima sumur lainnya ditargetkan siap beroperasi paling Pelan akhir 2025.
Dari dua sumur yang sudah beroperasi, tambahan produksi yang dihasilkan mencapai 14 ribu BOPD.
“Program ini sangat Krusial bagi ExxonMobil, para Kenalan, dan Indonesia. Program ini akan berkontribusi dalam mencapai Sasaran produksi nasional serta memperkuat ketahanan Kekuatan Indonesia,” ujar Carole.
Dengan tren peningkatan produksi ini, ExxonMobil diperkirakan akan tetap menjadi salah satu kontributor Esensial dalam mencapai Sasaran lifting minyak nasional, sekaligus memperkuat ketahanan Kekuatan dalam negeri.
