ScG kembali gelar Beasiswa Sharing the Dream 2026. Foto: dok SCG.
Jakarta: SCG, pemimpin bisnis regional dengan Variasi unit bisnis, kembali menghadirkan program beasiswa SCG Sharing the Dream ke-14 pada tahun ini. Program ini merupakan bagian dari komitmen Inclusive Green Growth SCG yang mengintegrasikan praktik ESG melalui pengembangan sumber daya Orang, Penemuan ramah lingkungan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
SCG menegaskan perannya sebagai Kawan pembangunan nasional Indonesia dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, dengan mendorong lahirnya generasi yang kompeten, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan.
Di kawasan ASEAN, generasi muda mencakup Sekeliling 34 persen dari total populasi. Tetapi, data International Labour Organization (ILO) menunjukan hanya Sekeliling 16 persen pemuda di ASEAN yang termasuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), Yakni mereka yang Enggak sedang menempuh pendidikan, Enggak bekerja, dan Enggak mengikuti pelatihan.
Sementara di Indonesia, Nomor pemuda usia 15-24 tahun yang masuk kategori NEET mencapai 19,44 persen menunjukkan pentingnya perluasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan agar mereka Pandai menjadi generasi yang produktif bagi dirinya sendiri dan bagi pembangunan nasional.
Tahun ini, beasiswa SCG Sharing the Dream mengusung tema “Green Active Generation”. Program ini terbuka bagi masyarakat Standar, termasuk penyandang disabilitas, dan anak dari keluarga pekerja Bangunan atau tukang bangunan dari Kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, serta Bandung (Tertentu anak pekerja Bangunan, hanya yang berdomisili di Bandung dan Sukabumi). Pendaftaran program dibuka mulai 4 Mei Tiba dengan 1 Juni 2026.

Generasi muda menciptakan masa depan berkelanjutan
Selain itu, SCG Scholars juga berkesempatan memimpin proyek komunitas yang memberikan Akibat Konkret dengan pendampingan mentoring secara berkala dari tim SCG. Melalui program ini, SCG mendorong generasi muda Demi berkembang dan berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“SCG Distribution & Retail sangat senang dapat kembali berpartisipasi tahun ini. Kami Memperhatikan pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang Pandai memberikan Akibat positif bagi masyarakat,” tambah Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, Thichet Srisuriyon.
SCG mengajak generasi muda segera mendaftarkan diri. Sebagai bagian dari proses seleksi, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan pandangan mereka terhadap tantangan sekaligus ide perubahan yang Ingin mereka wujudkan di lingkungan Sekeliling.
Brand & Communication Manager SCG Indonesia, Amanda Dwi Ayu Utari, menyampaikan tips menulis esai bagi calon pendaftar SCG Sharing the Dream. Pertama, mulailah observasi masalah yang Terdapat di Sekeliling lingkungan sekolah atau tempat tinggal yang berdampak pada kelangsungan hidup sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air Rapi, kesehatan masyarakat, pendidikan, atau kemiskinan. Pilih satu tantangan yang paling relevan dan terasa Konkret.
Kedua, pahami kondisi di lapangan dengan Memperhatikan fakta dan upaya yang sudah dilakukan oleh lingkungan Sekeliling, misalnya oleh pemerintah daerah atau komunitas setempat seperti RT/RW, kepala desa, karang taruna, atau posyandu. Langkah ini membantu peserta memahami situasi yang sebenarnya sekaligus Memperhatikan Kesempatan Demi berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dalam mengatasi masalah tersebut.
Ketiga, rumuskan ide solusi yang realistis dan dapat dilakukan Serempak masyarakat. Salah satu contohnya adalah proyek “Clean Water for All” yang diinisiasi oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025.
Josephine menggunakan pendekatan ilmiah Demi mengevaluasi kualitas air di 16 titik Kawasan Desa Cileles, Jatinangor. Hasil pemetaan tersebut digunakan Demi memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi kualitas air sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan. Detail hasil Penilaian dapat diakses melalui https://bit.ly/CleanWaterEvaluation.
“Yang Enggak kalah Krusial, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami Ingin Memperhatikan bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka Ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya. Informasi lengkap mengenai persyaratan serta tahapan seleksi program beasiswa SCG Sharing the Dream 2026 melalui laman Ancora Foundation,” Jernih Amanda.
