Ilustrasi. Foto: dok Mentari Timur Properti.
Jakarta: Perusahaan teknologi properti Lamudi mencatat Jagakarsa menjadi kawasan properti kedua yang paling banyak dicari Buat kategori rumah di DKI Jakarta setelah Kebayoran.
Tingginya pencarian tersebut dinilai mencerminkan besarnya permintaan masyarakat terhadap hunian premium di kawasan strategis Jakarta Selatan, khususnya Cilandak dan sekitarnya.
“Rekam jejak kami sebelumnya Eksis juga di daerah lain, Bintaro, Kebayoran Baru, bahkan di daerah Pulo Gadung, Pulogebang. Tetapi memang sejak 2015-2016, kami mulai di Jagakarsa, Jakarta Selatan,” ujar CEO PT Mulia Mentari Timur, Rieky Gunawan, dalam keterangan Formal, dikutip Senin, 18 Mei 2026.
Rieky menjelaskan, setelah proyek Kahfi Emerald 1 terjual habis dalam lima bulan, perusahaan kembali mengembangkan Kahfi Emerald 2 dengan konsep hunian double decker modern living.
Menurut dia, dari delapan proyek yang dikembangkan di Jagakarsa, enam di antaranya sudah terjual habis dan selesai dibangun. Begitu ini perusahaan Lagi Mempunyai proyek aktif yakni Jagakarsa Signature, Kebagusan Point, dan Kahfi Emerald 2.

CEO PT Mulia Mentari Timur, Rieky Gunawan (kiri). Foto: dok Mentari Timur Properti.
Ia menjelaskan, konsep Kahfi Emerald menghadirkan infrastruktur double decker yang dapat dimanfaatkan sebagai jogging track, area bermain anak dengan sepeda, hingga area fasilitas Lazim Buat penghuni.
“Kami Menonton respons pasar terhadap konsep double decker sangat luar Normal pada Kahfi Emerald tahap pertama. Dalam waktu singkat, seluruh unit sold out. Karena itu, kami menghadirkan Kahfi Emerald 2 dengan konsep yang lebih matang, fasilitas yang lebih lengkap, serta desain yang lebih modern Buat memenuhi kebutuhan masyarakat urban Jakarta Selatan,” tambah dia,
Kahfi Emerald 2 dirancang Buat keluarga modern yang menginginkan hunian Tertentu dengan konektivitas tinggi, serta investasi properti yang bernilai jangka panjang melalui perpaduan Posisi strategis, konsep inovatif, dan fasilitas premium.
Prospek investasi
Dia mengatakan, berdasarkan pengalaman proyek sebelumnya, kenaikan nilai properti setelah pembangunan selesai rata-rata mencapai Sekeliling 20 persen.
Sementara ruko di Kebagusan Point Mempunyai yield sewa diperkirakan Sekeliling tiga persen per tahun. Bahkan, kata dia, potensi tersebut dapat lebih tinggi karena satu unit ruko Dapat disewakan kepada tiga tenant berbeda dengan Sasaran pendapatan sewa Rp100 juta-Rp200 juta per tahun.
“Mengacu pada siklus properti di Indonesia yakni pascakrisis Asia 1998 property boom 2001-2003 naik kurang lebih 50 persen. Serta pascakrisis Mendunia 2008 yakni property boom 2011-2013 naik 50-60 persen. Kami memproyeksikan kemungkinan kenaikan harga properti 30-50 persen pada 2028-2030 berdasarkan pola siklus tersebut,” kata dia.
