Pamekasan (Liputanindo.id) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, memastikan sebanyak 1.384 calon jemaah haji (CJH) di Daerah setempat, dijadwalkan berangkat secara serentak menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pada Minggu (10/4/2026) mendatang.
Dari total CJH Pamekasan, mereka terbagi dalam empat Grup terbang (kloter) berbeda, yakni Kloter 73, 74, 75 dan 76. “Total jemaah di setiap kloter variatif, Kloter 73 berisi 309 jemaah, Kloter 74 sebanyak 325 jemaah, Kloter 75 Terdapat 376 jemaah, dan Kloter 76 sebanyak 374 jemaah,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, Selasa (28/4/2026).
“Buat pemberangkatan dijadwalkan berangkat serentak pada 10 Mei 2026, dan tentunya dilakukan secara bergiliran sesuai kloter masing-masing. Kloter 73 dijadwalkan berangkat pukul 3:00 WIB, kloter 74 pada pukul 9:30 WIB, Kloter 75 pada pukul 10;30 WIB, dan kloter 76 pukul 12:30 WIB,” ungkapnya.
Bahkan para CJH asal Pamekasan, dijadwalkan berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pada hari yang sama. “Sementara Buat proses pemberangkatan dari Surabaya, menuju Jeddah (Arab Saudi), dijadwalkan berangkat secara maraton pada 11 Mei 2026 mendatang,” jelasnya.
“Kloter 73 dijadwalkan berangkat menuju Jeddah pada pukul 6:55 WIB, disusul Kloter 74 berangkat pukul 13:00 WIB, Kloter 75 berangkat pukul 14:30 WIB, dan Kloter terakhir, yakni Kloter 76 berangkat pukul 16:15 WIB,” Terang Abdul Halim.
Sebelumnya pihaknya juga memastikan sudah menyelesaikan tahap pembuatan paspor dan visa haji sebagai rangkaian dari persiapan menunaikan ibadah Haji 1447 Hijriah, termasuk tahap vaksin meningitis juga sudah dinyatakan tuntas.
“Hingga sejauh ini, seluruh Berkas keberangkatan dipastikan sudah siap, termasuk paspor dan visa sudah 100 persen selesai, bahkan Buat visa juga sudah terbit,” sambung pria yang tercatat sebagai mahasiswa doktoral di UIN Madura.
Selain itu, Lagi terdapat beberapa tahapan akhir yang Begitu ini sedang diselesaikan dan tahapan tersebut diperkirakan mencapai progres 80 persen, ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum berangkat.
Sementara Buat mengantisipasi risiko kesehatan, khususnya bagi jemaah lanjut usia, pihaknya juga melibatkan tim kesehatan. “Kami sudah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Setiap kloter akan didampingi dokter, serta dilakukan pemantauan dan tes kebugaran guna memastikan kondisi jemaah tetap prima selama menjalankan ibadah di Tanah Kudus,” pungkasnya. [pin]
