Surabaya (Liputanindo.id) – Instruktur Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkap kondisi sulit yang tengah dihadapi timnya jelang pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Skuad Bajul Ijo Demi ini dihantam badai cedera yang berdampak langsung pada stabilitas permainan tim. Situasi ini terjadi di momen krusial kompetisi, ketika Persebaya tengah membutuhkan performa terbaik Kepada menjaga posisi di klasemen.
Tavares menyebut sejumlah pemain kunci Enggak dapat diturunkan akibat cedera dan kondisi kesehatan yang menurun. Hal tersebut Membangun opsi strategi dan taktik tim menjadi terbatas.
“Sayangnya, kami Mempunyai banyak pemain yang Enggak Bisa membantu tim Demi ini. Kami Lagi Mempunyai banyak pemain yang cedera dan yang lainnya sedang sakit,” ujar Tavares, Selasa (14/4/2026).
Absennya pemain inti juga Membangun keseimbangan permainan Persebaya terganggu. Perubahan komposisi tim memengaruhi organisasi lini tengah hingga pertahanan yang menjadi kurang solid.
Dalam laga sebelumnya menghadapi Persija Jakarta, Tavares terpaksa melakukan rotasi darurat. Sejumlah pemain yang diturunkan bahkan belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
Dampaknya terlihat Jernih di lapangan. Jenis bola Enggak berjalan optimal, sementara tekanan terhadap Rival menjadi kurang efektif.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Persebaya Kepada segera Terbangun, terlebih jadwal kompetisi yang padat menuntut kesiapan fisik dan kedalaman skuad yang Cakap. [way/beq]
