IHSG sempat rebound terbatas setelah diberitakan bahwa Menteri ESDM menunda rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas Kepada tembaga, timah, nikel, emas dan perak
Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup melemah 63,78 poin atau 0,92 persen ke posisi 6.905,62.
IHSG sempat bergerak rebound terbatas setelah Kementerian Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan menunda penerapan tarif royalti komoditas tambang.
“Setelah melanjutkan koreksi pada sesi 1, IHSG sempat rebound terbatas setelah diberitakan bahwa Menteri ESDM menunda rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas Kepada tembaga, timah, nikel, emas dan perak, Kepada menyusun formulasi yang lebih optimal dan adil bagi Seluruh pihak,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026, yang diikuti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).
Rencana tersebut dinilai turut menjadi Elemen yang Membikin IHSG tetap parkir di Area merah pada penutupan perdagangan hari ini.
“Pelemahan rupiah hingga posisi di atas Rp17.400 per dolar AS juga menambah sentimen negatif,” Terang Ratna.
Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah seiring kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump menolak proposal damai dari Iran.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco memproyeksikan IHSG akan melanjutkan pelemahan dan menguji level support di kisaran 6.750-6.850.
Adapun sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 263 saham menguat, 463 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.283 triliun.
Aktivitas perdagangan hari ini mencapai 39,08 miliar saham dengan frekuensi 2,8 juta transaksi, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp20,41 triliun.
Berdasarkan sektornya, hanya sektor infrastruktur yang Lagi mencatat penguatan 1,52 persen pada penutupan perdagangan hari ini.
Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor transportasi sebesar 2,88 persen, sektor Daya 2,02 persen, sektor keuangan 1,74 persen, sektor perindustrian 1,46 persen, sektor kesehatan 1,05 persen, sektor barang konsumen Esensial 0,88 persen, sektor properti 0,80 persen, sektor teknologi 0,53 persen, sektor barang baku 0,19 persen, dan sektor barang konsumen non-Esensial 0,13 persen.
