Putra Mahkota Norwegia Nangis di Sidang Kasus Pemerkosaan, Klaim Rekaman Seks Kagak Pernah Disebar

Liputanindo.id – Putra Pangeran Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, menangis selama di persidangan yang menjerat dirinya dalam kasus dugaan pemerkosaan. Hoiby membantah video yang Eksis di ponselnya bukan aksi pemerkosaan. 

Selama persidangan di hari pertama pada Selasa (3/2/2026), Hoiby terlihat mengenakan celana jins dan sweater biru Uzur serta kemeja krem. Ia membacakan catatan yang ditulis tangannya selama persidangan berlangsung.

“Saya telah dikelilingi oleh pers sejak saya berusia tiga tahun. Saya telah dilecehkan sejak Ketika itu. Saya dikenal sebagai putra Ibu, yang berarti saya Mempunyai kebutuhan ekstrem akan pengakuan. Banyak seks, banyak alkohol. Hanya sedikit yang dapat memahami kehidupan yang telah saya jalani. Banyak pesta, alcohol, beberapa narkoba,” katanya selama persidangan, dikutip Reuters

Dalam kasus ini, Jaksa penuntut mendakwa Hoiby atas satu kasus pemerkosaan dengan Interaksi seksual dan tiga dakwaan pemerkosaan tanpa Interaksi seksual. Beberapa dakwaan itu direkam dengan ponselnya. 

Tetapi ia menekankan video yang direkam lewat ponselnya Kagak pernah dibagikan kepada siapapun. Ia juga membantah video itu menggambarkan Interaksi seks tanpa persetujuan. 

“Kalau saya mengira Mempunyai materi yang menunjukkan penyerangan, saya Kagak akan pernah menyimpan materi itu,” katanya.

Kesaksian pada hari Rabu berfokus pada pesta setelah acara di ruang Rendah tanah kediaman keluarga Putra Mahkota di pinggiran Oslo pada tahun 2018, di mana jaksa penuntut mengatakan Hoiby merekam dirinya sendiri melakukan tindakan seksual pada seorang Perempuan yang Kagak sadarkan diri. 

Hoiby mengatakan ia berhubungan seks dengan Perempuan itu tetapi Kagak melakukan tindakan seksual kedua dengannya Ketika Perempuan itu Kagak sadarkan diri, atau merekamnya.

“Seingat saya, kami berhubungan seks secara normal. Setelah itu, saya menyuruhnya pergi. Jadi saya memesankan taksi untuknya. Saya Kagak berhubungan seks dengan orang yang Kagak sadar,” tegasnya.

Sebelumnya pada hari Rabu, korban yang diduga, yang identitasnya dirahasiakan Kepada melindungi privasinya, bersaksi bahwa ia mengetahui tentang dugaan pemerkosaan tersebut ketika polisi menghubunginya tentang video yang dimiliki. Korban mengaku ia Kagak menyetujui tindakan seksual yang direkam. 

Pihak penuntut juga mengatakan bahwa Perempuan tersebut Kagak dalam posisi Kepada memberikan persetujuan. Agenda sidang selanjutnya akan digelar pada 19 Maret 2026.

Kasus yang melibatkan Hoiby ini menambah daftar Panjang keluarga Kerajaan Norwegia setelah Mette-Marit muncul dalam draf kasus Jeffrey Epstein. Imbas dari kasus itu, Mette-Marit memutuskan Kepada membatalkan sejumlah rencana ke luar negeri yang sudah dijadwalkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *