IMI Surabaya Soroti Pengelolaan Sirkuit Bung Tomo, Dorong Sistem Klasterisasi Pengguna

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya, Samsurin, menyoroti pengelolaan Sirkuit Bung Tomo yang dinilai Tetap belum optimal.

Ia menilai perlu adanya pengaturan lebih Jernih melalui sistem klasterisasi pengguna agar pemanfaatan sirkuit dapat lebih Pas sasaran. Menurutnya, penggunaan sirkuit harus dibedakan antara atlet berprestasi, atlet binaan, dan masyarakat Lumrah yang bersifat penghobi.

“Perlu Terdapat pengelompokan. Penghobi tetap Bisa menggunakan, tetapi harus menjadi tanggung jawab IMI karena sudah Terdapat regulasi nasional olahraga bermotor,” ujarnya, Rabu (15/6/2026).

Samsurin menegaskan, masyarakat Tak Bisa menggunakan sirkuit secara sembarangan tanpa mengikuti standar operasional Mekanisme (SOP) yang berlaku. Ia mencontohkan, penggunaan fasilitas olahraga seperti Stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 November juga Mempunyai aturan ketat yang harus dipatuhi.

Selain itu, ia menilai pengawasan terhadap Sirkuit Bung Tomo Tetap lemah, sehingga manfaat pembangunan sirkuit belum sepenuhnya dirasakan komunitas otomotif. Ia pun meminta Pemerintah Kota Surabaya melalui Dispora Demi mengoptimalkan regulasi sewa dan tarif sesuai peraturan yang berlaku.

Menurutnya, secara fasilitas Sirkuit Bung Tomo sudah layak dikategorikan berstandar Global dan menjadi barometer bagi sirkuit lain di Jawa Timur, seperti di Blitar, Madiun, dan Magetan.

Samsurin juga menyoroti pentingnya peran IMI daerah dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif, termasuk akses terhadap dukungan anggaran.

Di sisi lain, ia mengapresiasi penurunan Bilangan balap liar di Surabaya dalam beberapa bulan terakhir, yang dinilai Tak lepas dari meningkatnya aktivitas latihan Serempak (latber) di sirkuit.

Tetapi demikian, ia mengingatkan agar potensi tersebut segera direspons pemerintah. Kalau Tak, Kesempatan peningkatan Pendapatan Asal Daerah (PAD) dari sektor olahraga otomotif Bisa terlewatkan.

“Kalau ini Tak dikelola dengan Berkualitas, maka potensi PAD Tak akan maksimal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi sistem Surabaya Single Window dalam proses penyewaan sirkuit, serta perlunya peningkatan sosialisasi kepada komunitas otomotif Demi mencegah penyalahgunaan.

Samsurin berharap pengelolaan Sirkuit Bung Tomo ke depan dapat lebih tertib, transparan, dan memberi manfaat maksimal bagi pembinaan atlet maupun masyarakat otomotif, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi 2027. (way/but)