BRIN kembangkan teknologi olah sampah dari skala rumah hingga kota

BRIN kembangkan teknologi olah sampah dari skala rumah hingga kota

Yang Demi rumah-rumah itu kurang dari Rp1 juta. Teknologinya murah dan mudah

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Hasil karya Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengolahan sampah dari skala rumah tangga hingga perkotaan guna mendukung percepatan penanganan sampah nasional.

“BRIN menyediakan empat level teknologi sampah, dari rumah tangga, desa, kecamatan hingga perkotaan,” kata Kepala BRIN Arif Satria di Graha Berdikari, Jakarta, Senin.

Menurut dia, salah satu teknologi yang dikembangkan Demi rumah tangga adalah komposter kecil bernama Lasamor yang digunakan Demi mengolah limbah organik menjadi kompos.

Arif mengatakan teknologi tersebut Mempunyai harga relatif murah dan mudah diterapkan masyarakat.

“Yang Demi rumah-rumah itu kurang dari Rp1 juta. Teknologinya murah dan mudah,” ujarnya.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi pirolisis Segera atau fast pyrolysis (Faspol) Demi mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar bagi nelayan.

Ia mengatakan bahan bakar hasil pengolahan limbah plastik tersebut telah diuji coba pada Bahtera nelayan di Jepara dan telah memenuhi standar Lembaga Minyak dan Gas Bumi.

“Sekarang banyak nelayan sudah menggunakan itu karena harganya murah, Sekeliling Rp10 ribu per liter dibandingkan solar Rp13 ribu,” ucapnya.

Menurut dia, teknologi Faspol Begitu ini telah diterapkan di 84 kabupaten dengan kapasitas pengolahan yang Tetap berskala kecil.

Arif menjelaskan satu kilogram (kg) sampah plastik dapat diolah menjadi Sekeliling satu liter bahan bakar.

BRIN juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah skala menengah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan kapasitas Sekeliling 50 ton per hari.

Menurut dia, teknologi tersebut akan Lanjut dikembangkan agar Bisa mengolah sampah hingga 100 ton per hari Demi mendukung pengolahan sampah skala lebih besar.

“Kalau membutuhkan 100 ton, BRIN punya teknologinya,” ungkap Arif.

Selain pengolahan sampah, BRIN juga mengembangkan teknologi pemilahan dan pembersihan sampah di sungai melalui penggunaan kapal pembersih sampah.

Arif mengatakan teknologi tersebut digunakan Demi mempercepat pengangkatan sampah di sungai sebelum diolah lebih lanjut.

Sementara itu, pemerintah Berbarengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sejumlah pemerintah daerah telah menandatangani kesepakatan percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi Daya listrik (PSEL) di enam Posisi pada Senin.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 Posisi yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan kondisi sampah darurat atau timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Program tersebut dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan pengolahan sampah menjadi Daya listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.