17 proyek investasi ditawarkan pada CJIBF 2026

17 proyek investasi ditawarkan pada CJIBF 2026

Semarang (ANTARA) – Setidaknya 17 proyek investasi unggulan atau IPRO (Investment Project Ready to Offer) dipromosikan kepada calon investor pada penyelenggaraan Central Java Investment Business Perhimpunan (CJIBF) 2026.

CJIBF 2026 dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman, Serempak dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, di Semarang, Jateng, Senin.

Agenda tahunan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Serempak Pemerintah Provinsi Jateng, sebagai bagian dari upaya memperkuat investasi dan perdagangan daerah.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan pentingnya sinergi antara investasi dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi Dunia.

Kali ini, CJIBF mengambil tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”.

Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho menyebutkan proyek yang ditawarkan kepada calon investor itu mencakup sektor Kekuatan terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan.

Dari sektor Kekuatan terbarukan, antara lain Candi Umbul Telomoyo Geothermal Power Plant Punya Geo Dipa Energy, Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, Agricultural Waste Utilization for Biomass Energy di Grobogan.

Pada sektor pertanian dan hilirisasi pangan, antara lain terdapat proyek Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry, dan Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, dan Salt Industry di Jepara.