Sumenep (Liputanindo.id) – Eksis suasana berbeda di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep pada Selasa (28/04/2026). Terlihat ramai dan riuh dengan puluhan wartawan senior.
Rupanya sore itu digelar acara spesial, Halal Bihalal lintas generasi. Mereka yang hadir adalah para wartawan yang menjadi pengurus dan Personil PWI sejak tahun 1998. Eksis yang Tetap aktif menjadi wartawan, Eksis juga yang telah meninggalkan dunia kewartawanan dan beralih profesi.
Salah satunya Ahmadi Yasid. Mantan wartawan Radar Madura ini sekarang tercatat sebagai salah satu Personil DPRD Sumenep dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Saya Mujur pernah menjadi wartawan sebelum menjadi Personil dewan. Saya sudah terbiasa menulis, sehingga ketika Eksis tugas menyusun pandangan Standar fraksi Begitu rapat paripurna, sudah Kagak kaku Kembali. Beda dengan yang Kagak terbiasa menulis,” katanya.
Baginya, dunia wartawan merupakan pilihan yang asyik dan Istimewa. Eksis banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menjadi wartawan, termasuk pengalaman berorganisasi profesi Begitu bergabung dengan PWI Sumenep.
“Saya berterima kasih pada senior-senior saya di PWI yang memberikan banyak pelajaran dan pengalaman. Saya bangga pernah menjadi bagian dari PWI Sumenep,” ucapnya.
Sementara senior lainnya sekaligus Penasihat PWI Sumenep, Moh. Rifa’i, menyebut kegiatan lintas generasi itu lahir dari semangat menjaga kebersamaan di tubuh organisasi, sekaligus menghormati mereka yang telah ikut membangun iklim pers positif di Sumenep dari masa ke masa.
“Pertemuan antar generasi ini Krusial Kepada memperkuat ikatan emosional sekaligus menjadi ruang para senior memberi arahan pada generasi penerus dalam menjaga marwah profesi wartawan,” ujar wartawan Harian Surya yang juga pernah menjadi Ketua PWI Sumenep dua periode ini.
Sedangkan Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, mengatakan kegiatan tersebut Kagak hanya sebatas halal bihalal, tetapi diupayakan menjadi tradisi tahunan dan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN), karena dinilai Krusial Kepada menjaga soliditas organisasi.
“Solidaritas antargenerasi menjadi fondasi Krusial dalam membangun PWI ke depan, terutama melalui Interaksi erat antara junior dan senior yang selama ini Mempunyai kontribusi besar dalam perjalanan organisasi,” ucapnya.
Menurut wartawan RRI ini, Perhimpunan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda wartawan Kepada menyerap pengalaman dan wawasan para senior, terutama dalam menjaga etika, integritas, dan profesionalisme dalam kerja-kerja jurnalistik.
“Profesionalisme wartawan Kagak hanya dibangun melalui kemampuan teknis, tetapi juga melalui nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, termasuk semangat dan tanggung jawab insan pers terhadap publik,” tandasnya. (tem/kun)
