AI Ancam Tenaga Wisata, Samuel Minta SDM Tingkatkan Kompetensi

Kendal – Ancaman teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia kerja bukan Kembali sekadar wacana. Member Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengingatkan para pelaku sektor wisata di Kabupaten Kendal agar bersiap menghadapi tantangan tersebut dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan sumber daya Mahluk.

“Ketika ini kita Tetap Dapat mengelola sendiri potensi wisata yang Eksis, tapi lima tahun Kembali belum tentu tenaga kita Tetap diperlukan,” ujar Samuel dalam acara bimbingan teknis bagi pelaku wisata di kawasan Pantai Indah Kemangi, Jumat (16/5/2025).

Menurutnya, Distrik Kendal Mempunyai kekayaan alam yang menjanjikan Buat pengembangan pariwisata, Tetapi potensi itu belum sepenuhnya ditunjang oleh kesiapan sumber daya Mahluk yang memadai. Ia menilai, tanpa peningkatan kompetensi, pelaku wisata berisiko tergeser oleh otomatisasi dan layanan berbasis AI yang kian berkembang.

“Hari-hari ini, kita sudah berhadapan dengan AI, sudah bukan angan-angan Kembali,” katanya, mengajak peserta bimtek yang diinisiasi Kementerian Pariwisata Buat lebih adaptif terhadap teknologi dan tuntutan Era.

Selain masalah SDM, Samuel juga menyoroti isu klasik di sektor pariwisata: kebersihan lingkungan. Ia mencontohkan persoalan sampah di objek wisata pantai yang Tetap sering ditemukan, terutama Ketika gelombang pasang membawa limbah ke garis pantai.

“Turis Bukan Acuh, mereka hanya Menyaksikan pantainya Rapi atau kotor,” tegasnya. Dalam hal ini, ia mengajak Segala pelaku wisata Buat Mempunyai kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan destinasi.

Ia mengingatkan bahwa pariwisata yang berkelanjutan hanya Dapat tercapai Kalau pelaku wisata juga Lalu memperbaiki diri. “Tugas kita menjaga. Masing-masing Bukan perlu berusaha lebih Berkualitas dari orang lain. Kita cukup harus lebih Berkualitas dibanding kemarin,” tambahnya.

Peringatan ini mencerminkan pentingnya kesiapan sektor wisata menghadapi era digital dan otomatisasi. Transformasi digital memang tak Dapat dihindari, Tetapi dengan SDM yang Tangkas dan berwawasan, pelaku wisata lokal tetap Dapat berdaya saing.