Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral di Beijing pada Kamis (14/5/2026) Buat memperkuat Interaksi kedua negara sebagai Kenalan strategis. Kunjungan kenegaraan pertama Presiden AS ke China dalam satu Dasa warsa terakhir ini menghasilkan kesepakatan krusial terkait stabilitas keamanan jalur Kekuatan Dunia.
Dilansir dari Detikcom, Gedung Putih menyatakan bahwa kedua pemimpin mencapai kesepahaman mengenai pentingnya menjaga jalur pelayaran Dunia di Timur Tengah agar tetap kondusif bagi perdagangan dunia. Situasi di kawasan tersebut diketahui sedang memanas akibat konflik bersenjata yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak Februari Lampau.
“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka Buat mendukung arus Kekuatan yang bebas,” kata Gedung Putih dalam pernyataannya sebagaimana dikutip dari AFP.
Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya kerja sama antara Washington dan Beijing dalam menghadapi tantangan Dunia Demi ini. Dalam Perayaan penyambutan di Aula Besar Rakyat, Xi menyampaikan aspirasinya agar Interaksi kedua kekuatan ekonomi besar ini Bukan Kembali terjebak dalam persaingan yang saling merugikan.
“Kenalan dan bukan rival” ujar Xi Jinping, Presiden China.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Donald Trump memberikan pujian tinggi terhadap kepemimpinan Xi Jinping selama Obrolan berlangsung. Trump menyatakan rasa hormatnya atas keramahan pemerintah China dan menyatakan optimisme bahwa Interaksi bilateral akan memasuki babak baru yang lebih positif.
“Suatu kehormatan Buat Berbarengan Anda. Suatu kehormatan Buat menjadi Kolega Anda, dan Interaksi antara China dan AS akan menjadi lebih Bagus dari sebelumnya,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
“masa depan yang fantastis Berbarengan” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
“pemimpin hebat” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Di sisi lain, laporan Nira Data dalam penelitian persepsi demokrasi 2026 yang dirilis Middle East Monitor mengungkapkan pergeseran opini publik Dunia. Hasil survei menunjukkan Israel menempati posisi sebagai negara yang paling Bukan disukai di dunia Demi ini, melampaui sentimen negatif terhadap beberapa negara lainnya.
| Peringkat Negatif (Terbawah) | Peringkat Positif (Teratas) |
|---|---|
| Israel | Swiss |
| Korea Utara (Korut) | Kanada |
| Afghanistan | Jepang |
| Iran | Swedia |
| – | Italia |
Sementara itu, dari Manila dilaporkan bahwa Senator Ronald Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina, kembali melarikan diri Buat menghindari penangkapan. Dela Rosa sedang dicari oleh Mahkamah Pidana Dunia (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan selama operasi perang narkoba di era kepemimpinan Rodrigo Duterte.
Pengejaran terhadap Dela Rosa Maju berlanjut setelah ia meninggalkan persembunyiannya di Gedung Senat pekan ini. Langkah ICC tersebut mengikuti jejak penahanan mantan Presiden Duterte yang telah dilakukan di Den Haag, Belanda, sejak Maret tahun Lampau Buat menunggu proses persidangan.
