Donald Trump Pertimbangkan Venezuela Menjadi Negara Bagian Amerika Perkumpulan

Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump menyatakan keseriusannya Buat menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Perkumpulan guna menguasai kekayaan minyak negara tersebut pada Senin (11/5/2026). Rencana kontroversial ini muncul menyusul penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh tentara Amerika Perkumpulan di Ciracas, Venezuela, pada awal Januari Lewat sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Gagasan tersebut pertama kali mencuat melalui pesan singkat yang diunggah oleh Trump pada platform media sosial miliknya pada Maret 2026. Dalam unggahan di Truth Social, Trump memberikan sinyal mengenai perubahan status kewarganegaraan bagi negara di Amerika Selatan tersebut.

“Hal-hal Bagus terjadi pada Venezuela akhir-akhir ini! Saya bertanya-tanya tentang keajaiban apa ini? KEBANGSAAN, #51, Terdapat YANG TERTARIK?” tulis Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Langkah ini dikonfirmasi kembali oleh Trump dalam sebuah wawancara televisi pada pertengahan Mei. Ia menegaskan bahwa opsi penggabungan Distrik Venezuela ke dalam kedaulatan Amerika Perkumpulan merupakan pertimbangan yang Konkret dan serius.

“Hal ini sangat serius dipertimbangkan,” ujar Trump kepada Fox News.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, memberikan respons tegas terhadap pernyataan tersebut Begitu berada di Belanda. Rodriguez menegaskan bahwa kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Venezuela merupakan prinsip yang Bukan dapat ditawar oleh pihak manapun.

“Itu Bukan akan pernah dipertimbangkan, karena Apabila Terdapat satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan Perempuan Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan Perempuan kemerdekaan kami,” kata Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.

Meskipun menolak keras wacana menjadi negara bagian, Rodriguez mengakui bahwa Begitu ini pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan Washington. Pusat perhatian Istimewa pemerintahannya adalah membangun Rekanan bilateral yang teratur pasca lengsernya kepemimpinan Maduro.

“Kami sedang mengerjakan agenda kerja sama diplomatik dengan Amerika Perkumpulan,” tutur Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.

Pemerintahan Rodriguez sendiri telah melakukan berbagai perubahan kebijakan, termasuk membuka akses sektor pertambangan dan minyak bagi perusahaan asing. Langkah diplomasi ini dilakukan di tengah tekanan besar Buat memberikan akses cadangan bahan bakar fosil kepada perusahaan-perusahaan asal Amerika Perkumpulan.