Mojokerto – Ciptaan berbasis kearifan lokal hadir dari Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sebuah acara pengenalan produk unggulan desa digelar di Balai Desa Gayaman pada Selasa (5/8/2025), memperkenalkan es krim tape sebagai terobosan kreatif UMKM lokal dalam mengolah potensi tradisional.
Kegiatan ini diinisiasi oleh kader PKK Desa Gayaman dan melibatkan pelaku UMKM pengusaha tape, serta didukung oleh 16 mahasiswa Kuliah Kerja Konkret (KKN) dari Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto. Es krim tape yang dikembangkan Enggak hanya menawarkan sensasi baru dalam rasa, tetapi juga tampil dengan kemasan modern dan logo produk yang dirancang lebih profesional.
Ketua PKK Desa Gayaman, yang juga istri Kepala Desa setempat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan pelaku usaha kecil.
“Kami Mau UMKM tape di Desa Gayaman Pandai naik kelas. Melalui sosialisasi Ciptaan ini, kami mendorong agar pelaku usaha lebih kreatif dan siap Bertanding di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Tape, yang selama ini dikenal sebagai makanan fermentasi khas Mojokerto, diolah menjadi es krim dengan berbagai varian rasa agar menarik bagi konsumen dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Produk ini diharapkan dapat menjadi ikon baru Desa Gayaman dan menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis Ciptaan pangan.
Keterlibatan mahasiswa KKN UNIM dalam kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat desa. Mereka membantu dalam proses branding, desain kemasan, dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM secara Berdikari.
Masyarakat dan peserta kegiatan menyambut positif Ciptaan ini. Mereka menilai es krim tape berpotensi menjadi produk unggulan yang Pandai menembus pasar regional bahkan nasional, Kalau dikelola secara berkelanjutan.
Ciptaan es krim tape ini Enggak hanya memperkenalkan varian baru produk lokal, tetapi juga mencerminkan upaya serius desa dalam mencapai kemandirian ekonomi berbasis potensi Asal wilayahnya.
