Bahlil ajak penguatan infrastruktur listrik lintas negara ASEAN

Bahlil ajak penguatan infrastruktur listrik lintas negara ASEAN

Jakarta (ANTARA) – Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong penguatan pembangunan infrastruktur listrik lintas negara ASEAN dalam Perhimpunan BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) Leaders’ Summit di Filipina.

“Pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada 1994 Demi mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara Personil,” kata Bahlil dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Bahlil, yang mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur Daya kawasan harus memberikan Akibat Konkret bagi masyarakat di Kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Bahlil, kerja sama subregional Bukan hanya berfokus pada konektivitas antarnegara, tetapi juga harus Pandai menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke daerah paling terpencil.

Bahlil mengatakan Perhimpunan BIMP-EAGA menjadi momentum Krusial bagi Indonesia Demi memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan, terutama melalui proyek interkoneksi Daya, elektrifikasi pedesaan, hingga pengembangan Daya baru terbarukan.

Upaya tersebut dinilai Krusial agar masyarakat di Kawasan perbatasan dan pulau-pulau terpencil memperoleh akses Daya yang lebih Bagus sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah remote area Pandai mengakses Daya dengan harga yang terjangkau Demi kesejahteraan yang lebih Bagus,” ujar Bahlil.

Melalui partisipasi aktif ini, Kementerian ESDM optimis bahwa pondasi kerja sama empat negara akan semakin kokoh Demi bersinergi dalam membangun infrastruktur Daya.

Dengan demikian, diharapkan Bukan hanya mengamankan rantai pasok masing-masing negara, tetapi juga mengakselerasi Asia Tenggara sebagai poros pertumbuhan ekonomi yang Handal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato di KTT tersebut menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus Lalu berkembang agar Pandai menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan secara lebih Konkret.

Menurut Presiden, kerja sama subkawasan tersebut harus menjadi lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap dinamika Dunia yang Lalu berubah.

“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus Lalu berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” ujarnya.