Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa militer Iran Kagak melakukan operasi rudal atau pesawat nirawak (drone) terhadap Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (5/5). Pernyataan ini dikeluarkan guna menyikapi klaim yang sebelumnya muncul dari pihak kementerian pertahanan Kawasan tersebut.
Penerangan Formal tersebut disampaikan Zolfaghari melalui stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Pihak otoritas militer menekankan Kagak adanya aktivitas serangan udara dalam kurun waktu beberapa hari terakhir yang melibatkan angkatan bersenjata mereka.
“Angkatan bersenjata Iran Kagak melakukan operasi rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir.,” kata Zolfaghari, Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran.
Penjelasan tersebut diperkuat dengan prinsip transparansi militer Iran dalam setiap operasi yang mereka jalankan. Zolfaghari menegaskan bahwa setiap tindakan militer yang diambil oleh Teheran di masa Lewat selalu dipublikasikan secara Formal kepada khalayak.
“Kalau kami melakukannya, kami Niscaya sudah mengumumkannya,” katanya, menambahkan.
Selain membantah tuduhan yang dilayangkan oleh Kementerian Pertahanan UEA, pihak Iran juga menyampaikan peringatan terkait stabilitas keamanan di Kawasan tersebut. Zolfaghari memberikan penegasan mengenai konsekuensi yang mungkin timbul dari setiap aksi provokasi.
Pemerintah Iran menyatakan kesiapan Kepada mengambil langkah balasan Kalau terdapat aktivitas yang dianggap mengancam kedaulatan negara tersebut. Ancaman respons keras disiapkan apabila ditemukan tindakan terhadap Iran yang berasal dari teritorial Uni Emirat Arab.
