Pusat Batik Banyuwangi Formal Hadir, Mudahkan Akses Wastra Otentik Lokal

Foto BeritaJatim.com

Banyuwangi (Liputanindo.id) – Kain batik semakin mengukuhkan diri sebagai identitas budaya masyarakat Banyuwangi. Kini, akses terhadap wastra otentik lokal kian mudah dengan hadirnya Pusat Batik Banyuwangi.

Berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 263, Pas di depan kantor Pemkab Banyuwangi, pusat batik ini menghadirkan ratusan kain hingga produk fesyen siap Mengenakan dengan Variasi motif khas, seperti Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah.

Pilihan desain yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari gaya tradisional hingga modern. Teknik pembuatannya juga lengkap, mulai dari batik tulis, lukis, cap, hingga kombinasi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyatakan kehadiran gedung ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin.

“Gedung Pusat Batik ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan perajin batik lokal,” ujarnya.

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Selama lebih dari satu Dasa warsa, Pemkab Banyuwangi Lanjut mendorong pengembangan batik lokal melalui berbagai program, mulai dari pelatihan Berbarengan kurator nasional, fasilitasi ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses permodalan.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan semakin berkembangnya ekosistem batik Banyuwangi, ditandai dengan bertambahnya perajin, desainer, serta perluasan pasar. Bahkan, batik kini telah masuk dalam pendidikan vokasi di daerah.

Sementara itu, pengelola pusat batik, Ratri Jawaness, menyebut galeri ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat Buat memastikan kualitas dan nilai filosofinya.

“Sekalian batik yang masuk telah dikurasi agar Pas-Pas mencerminkan budaya Banyuwangi,” tandasnya. [ayu/but]