Madiun (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota Madiun Lanjut menggenjot pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah.
Salah satu yang kini diproyeksikan menjadi ikon baru adalah kawasan Pabrik Gula (PG) Rejo Mulia Baru di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyebut kawasan PG Rejo Mulia Baru Mempunyai nilai historis tinggi yang layak diangkat sebagai destinasi wisata heritage.
Keberadaan bangunan Lamban, terutama kompleks rumah dinas bergaya kolonial Belanda yang Tetap terawat, dinilai menjadi daya tarik Esensial.
“Potensi di Rejo Mulia ini sangat kuat, Bagus dari sisi sejarah maupun visual kawasan. Ini Dapat menjadi pintu masuk Persona Kota Madiun dari arah utara,” ujar Bagus, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari rencana besar menjadikan Madiun sebagai kota tujuan wisata. Program ini melanjutkan inisiatif sebelumnya seperti penataan Pahlawan Street Center yang telah dimulai sejak 2023.
Pemkot, lanjut Bagus, juga telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak manajemen PG Rejo Mulia Baru. Sejumlah rencana tengah disiapkan, mulai dari revitalisasi rumah dinas hingga penataan area depan pabrik dengan menghadirkan elemen ikonik seperti lori atau lokomotif Uzur.
“Kami sedang menyusun desain kawasan pintu masuk kota di Rejo Mulia. Termasuk peningkatan akses, seperti pembangunan trotoar yang terintegrasi dengan kawasan ini, sehingga Dapat menjadi jalur pedestrian wisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan sumber daya alam di Kota Madiun menjadi tantangan tersendiri, sehingga pemerintah harus lebih inovatif dalam mengembangkan potensi berbasis sejarah dan budaya.
Sementara itu, General Manager PG Rejo Mulia Baru, Immam Nur Salamet, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kota sudah berjalan dan sejumlah langkah awal telah dilakukan.
“Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan Pemkot terkait pengembangan kawasan heritage. Beberapa rumah dinas juga telah kami renovasi sebagai bagian dari persiapan,” ungkapnya.
Menurut Immam, konsep pengembangan Kagak hanya berfokus pada wisata sejarah, tetapi juga akan dikombinasikan dengan edukasi bagi pengunjung.
“Kami siap berkolaborasi Demi mewujudkan kawasan heritage dan eduwisata yang terintegrasi. Harapannya ini Dapat memberi nilai tambah, Bagus bagi perusahaan maupun Kota Madiun,” tandasnya. (rbr/ted)
