Instalasi Pengolahan Air atau WTP Lelilef guna menghadirkan akses air Bersih. Foto: Istimewa.
Pembangunan WTP ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air Bersih yang layak, mendukung aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Fasilitas WTP ini dilengkapi dua reservoir dengan kapasitas total 5.200 meter kubik per hari, serta tiga unit IPA pada masing-masing reservoir dengan kapasitas 210 meter kubik per unit.
General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP Iwan Kurniawan menyampaikan akses terhadap air Bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.
“Dimulainya pekerjaan pemasangan pipa air Bersih ini menjadi titik awal perubahan kualitas hidup. Akses terhadap air Bersih sering dianggap sederhana, Tetapi Mempunyai Akibat besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat,” ujar Iwan, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Iwan menambahkan, keberhasilan program ini Bukan hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola WTP Lelilef ini. “Oleh karena itu, Krusial bagi kita Sekalian Kepada menjaga jaringan yang dibangun, menggunakan air secara bijak, serta mengelola pemanfaatannya secara adil di tingkat desa,” tambah dia.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Jaga keberlanjutan program air Bersih
“Diperlukan komitmen Berbarengan agar WTP Lelilef yang dibangun dapat Lanjut berfungsi dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tegas dia.
Melalui penyediaan akses air Bersih ini, IWIP dan WBN berharap dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan, produktivitas ekonomi, hingga kualitas lingkungan dan pendidikan, serta Lanjut menghadirkan program-program berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Sekeliling Kawasan operasional perusahaan.
