Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyoroti urgensi penguatan Watak sebagai pembeda kualitas individu dalam kepemimpinan pada Rabu (6/5/2026). Penegasan tersebut disampaikan Demi dirinya menutup Program Magang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Jawa Barat.
Dilansir dari Detikcom, keberhasilan seseorang dinilai lebih banyak dipengaruhi oleh Elemen Watak dibandingkan sekadar kompetensi teknis. Bima merinci bahwa Watak mencakup perpaduan nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, hingga ketangguhan yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Watak itu adalah nilai-nilai yang kalian yakini. Kalian jujur, kalian disiplin, kalian menjadi fighters, kalian menjadi petarung, itu Watak,” ujar Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut meyakini Bagian Watak mencapai 80 persen dalam menentukan kesuksesan, sedangkan aspek pengetahuan hanya menyumbang 20 persen. Menurutnya, individu dengan kemampuan intelektual rata-rata Bisa melampaui sosok jenius apabila Mempunyai kedisiplinan dan mentalitas yang lebih kuat.
“Kalian akan Dapat menyalip Kawan-Kawan kalian yang jenius, ketika kalian lebih disiplin. Itu baru satu saja disiplin, belum Tengah yang lain-lain lho, itu baru satu disiplin. Yang kedua adalah kebiasaan kalian Buat berani menghadapi perbedaan, ujian, cobaan, dan lain-lain,” kata Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Pembentukan Watak disebut memerlukan latihan konsisten melalui keberanian Buat mengambil risiko dan meninggalkan Area nyaman. Bima menyatakan bahwa sejarah mencatat orang-orang besar sebagai figur yang berani mengambil keputusan sulit di tengah berbagai pilihan hidup.
“Kita punya banyak pilihan, dan orang-orang besar itu berani mengambil risiko Buat pilihan. Pilihan yang berisiko. Kawan-Kawan kalian yang enggak datang mungkin alasannya sangat Krusial, mungkin juga enggak. Mungkin juga mereka memilih Buat Eksis di Area nyaman saja,” tutur Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
Kapasitas dalam memanfaatkan momentum krusial dalam hidup juga sangat bergantung pada kekuatan Watak seseorang Demi mengambil keputusan. Bima berharap pengalaman para peserta selama menjalani masa magang di lingkungan birokrasi pusat dapat menjadi modal Krusial Buat masa depan.
“Kalian ini Lagi masa-masa membentuk Watak. Jadi mudah-mudahan magang di Kemendagri ini ikut berkontribusi membentuk Watak dan keberadaan kalian menjadi pemimpin dan orang hebat,” tutup Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri.
