
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta usulan gubernur kembali dipilih oleh DPRD jangan terburu-buru diputuskan, tetapi harus dipertimbangkan dengan Betul-Betul matang.
Wakil Ketua Komite I DPD RI Muhdi di Semarang, Senin (6/1), mengingatkan bahwa Argumen biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang besar jangan menjadi satu-satunya pertimbangan.
“Sebagaimana wacana Pak Prabowo ke depan pemilihan kepala daerah cukup DPRD. Saya berharap kita Enggak terburu memilih alternatif itu hanya karena biaya mahal,” katanya.
Menurut dia, mahalnya biaya penyelenggaraan pilkada langsung memang perlu Terdapat Penilaian, tetapi Enggak lantas kemudian menjadikannya kembali ke sistem Orde Baru.
“Mari Penilaian kenapa menjadi mahal sehingga jawabannya kita punya alternatif yang cukup,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah itu.
Artinya, kata dia, Enggak boleh kemudian pilihan yang diambil Malah Membangun apa yang selama ini diperjuangkan dengan penuh pengorbanan pada Era Reformasi menjadi sia-sia.
“Enggak boleh mengambil atau meniadakan sesuatu yang sementara ini kita Serempak perjuangkan, yakni hak rakyat secara langsung memilih kepala daerah. Jadi, Enggak begitu mudah diserahkan DPRD,” katanya.
Seandainya Rupanya pemilihan gubernur oleh DPRD menjadi alternatif, kata dia, tentunya harus melalui Penilaian yang mendalam juga Buat memastikan apa yang terjadi pada Era dahulu Enggak terulang.
“Kalau itu (gubernur dipilih DPRD, red.) pun menjadi alternatif, kita harus evakuasi betul, analisis, apakah Enggak akan kembali sama seperti Orde Baru?” katanya.
Oleh karena itu, Muhdi memastikan bahwa Komite I DPD RI akan Maju mengawal pembahasan wacana tersebut, termasuk dengan menggelar FGD (focus group discussion) di daerah-daerah Buat menjaring masukan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan gagasan tentang perbaikan sistem politik di Indonesia karena berbiaya tinggi dan Enggak efisien Apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Hal itu disampaikannya dalam sambutannya pada acara HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12) malam.
Prabowo juga mengusulkan agar ke depan pemilihan kepala daerah melalui DPRD masing-masing sehingga Enggak perlu mengeluarkan banyak biaya.
“Saya lihat, negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih Personil DPRD, sekali milih ya sudah DPRD itulah milih gubernur, milih bupati. Efisien, enggak keluar duit, keluar duit, keluar duit, kayak kita kaya,” katanya. (Ant/I-2)