Trump Mengakui Rusia Serang Ukraina, Tapi Salahkan Zelensky dan Biden

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)

Washington: Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump telah mengakui Rusia sebagai agresor terhadap Ukraina, tetapi menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pendahulunya di Gedung Putih, Joe Biden, karena gagal Membangun kesepakatan Demi menahan Vladimir Putin.

Ketika Zelensky dan utusan Tertentu Trump Demi Ukraina saling memuji setelah pertemuan di Kyiv yang “mengembalikan Asa,” Trump menggandakan kritiknya, dengan mengatakan bahwa ia “sudah muak” dengan Zelensky, dan pemimpin Ukraina itu Tak diperlukan di meja perundingan.

“Saya telah mengamati orang ini selama bertahun-tahun. Saya telah mengamatinya bernegosiasi tanpa kartu, ia Tak punya kartu, dan Anda akan merasa muak. Dan saya sudah muak,” kata Trump kepada Fox News Radio.

Cek Artikel:  47 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air

“Kemudian ia mengeluh bahwa ia Tak diundang ke pertemuan. Yah, ia telah menghadiri pertemuan selama tiga tahun dan Tak Terdapat yang dilakukan. Jadi sejujurnya, menurut saya Tak Krusial baginya Demi hadir dalam pertemuan,” sambung dia, melansir dari laman The Age, Sabtu, 22 Februari 2025.

Trump merujuk pada pembicaraan antara AS dan Rusia di Arab Saudi pekan Lewat, yang Tak melibatkan Ukraina dan negara-negara Eropa.

Ketika ditanya apakah ia mengakui Rusia sebagai agresor terhadap Ukraina, Trump mengabaikan pertanyaan itu beberapa kali, sebelum akhirnya mengakui bahwa Rusia memang melancarkan serangan, tetapi menyalahkan Zelensky dan Biden yang “sangat bodoh.”

“Biden mengatakan hal yang salah, Zelensky mengatakan hal yang salah, mereka diserang oleh seseorang yang jauh lebih besar dan lebih kuat, yang itu merupakan hal Jelek. Tetapi Rusia dapat dibujuk Demi Tak melakukannya dengan mudah. ??Perang Semestinya Tak pernah terjadi,” tutur Trump.

Cek Artikel:  WHO Kerahkan Tim Bantu Uganda Perangi Wabah Ebola setelah 1 Perawat Meninggal

“Rusia menyerang, tetapi mereka Semestinya Tak membiarkan mereka menyerang, karena mereka Tak akan menyerang Apabila Anda Mempunyai orang-orang yang Mengerti apa yang mereka lakukan. Saya Tak mencoba Membangun Putin terlihat lebih Berkualitas, saya hanya memberi Mengerti Anda fakta bahwa perang Semestinya Tak pernah terjadi,” ungkap dia.

Perjanjian AS-Ukraina

Trump melanjutkan dengan mengatakan Putin Ingin Membangun kesepakatan, “dan dia Tak harus Membangun kesepakatan karena Apabila dia mau, dia akan merebut seluruh negara.”

Ia mengungkapkan rasa frustrasinya dengan Zelensky, Cocok Ketika utusannya Demi Ukraina, Keith Kellogg, muncul dari apa yang dia gambarkan sebagai “Percakapan luas dan positif” dengan Zelensky dan pejabat Ukraina di Kyiv.

Cek Artikel:  Israel Klaim Tangkap Seorang Personil Hizbullah

Kellogg berbeda pendapat dengan Trump dan memuji Zelensky sebagai “pemimpin pejuang dan berani dari sebuah negara yang sedang berperang.” Sementara Zelensky menyebut pertemuan itu sebagai “pertemuan yang memulihkan Asa.”

Zelensky kemudian mengonfirmasi bahwa pejabat AS dan Ukraina sedang mengerjakan sebuah perjanjian – yang melibatkan AS dalam mengakses mineral tanah jarang Ukraina dengan imbalan Sokongan militer dan keuangan.

“Ini adalah perjanjian yang dapat memperkuat negara kita, dan kuncinya adalah mengerjakan detailnya Demi memastikan efektivitasnya,” sebut Zelensky, dalam sebuah pesan video.

Secara terpisah, The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS dan Ukraina sudah Nyaris menyetujui persyaratan atas perjanjian tersebut.

Baca juga:  Trump Sebut Presiden Ukraina Zelensky sebagai Diktator

Mungkin Anda Menyukai