Hamas Komitmen Gencatan Senjata, Janji Selidiki Klaim Jenazah Sandera

Hamas tegaskan komitmen pada gencatan senjata. Foto: Anadolu

Gaza: Hamas mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki secara menyeluruh klaim Israel mengenai jenazah tawanan Israel Shiri Bibas, yang diserahkan pada Kamis 20 Februari 2025. Mereka menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata di Gaza.

“Kami telah menerima klaim Israel melalui Penyambung kami dan akan memeriksanya dengan sangat serius sebelum mengumumkan hasilnya dengan Terang,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 21 Februari 2025.

Grup perlawanan Palestina tersebut mencatat kemungkinan adanya kesalahan atau kesalahan dalam jenazah, yang mungkin diakibatkan oleh pemboman Israel terhadap Posisi tempat keluarga Bibas berada Serempak Anggota Palestina lainnya.
 

Cek Artikel:  Daftar Tamu Pelantikan Trump Dikabarkan Timbulkan Kekhawatiran

Hamas menekankan komitmen penuhnya terhadap Seluruh perjanjian, dengan menegaskan, “Kami telah menunjukkan komitmen ini melalui perilaku kami dalam beberapa hari terakhir. Kami Kagak berminat Kepada menahan jenazah mana pun.”

Grup perlawanan itu juga menekankan perlunya melanjutkan implementasi penuh ketentuan perjanjian itu di Seluruh Derajat.

Hamas juga menyatakan terkejut atas kegaduhan yang disebabkan oleh Israel menyusul klaim uji DNA-nya dan menolak ancaman yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Grup itu percaya bahwa “ancaman Netanyahu dimaksudkan Kepada meningkatkan citranya” di tengah pertikaian politik internal Israel.

Hamas juga meminta Israel Kepada mengembalikan jenazah yang diklaimnya Punya seorang Perempuan Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel.

Cek Artikel:  Wamenlu Tegaskan Kagak Pernah Eksis Wacana Relokasi Penduduk Jalur Gaza ke Indonesia

Sebelumnya pada Jumat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Hamas melanggar ketentuan perjanjian pertukaran tahanan dengan menyerahkan jenazah seorang Perempuan tak dikenal dari Gaza alih-alih jenazah sandera Shiri Bibas.

Hamas mengatakan telah menyerahkan jenazah Bibas dan kedua anaknya, Ariel dan Kfir, serta Oded Lifshitz, pada Kamis berdasarkan perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan Gaza.

Hamas mengatakan tawanan Israel tewas dalam serangan udara membabi buta oleh Tel Aviv selama 15 bulan genosida di daerah kantung tersebut.

Mungkin Anda Menyukai