RIBUAN mahasiswa dari berbagai elemen perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan aksi demonstrasi Indonesia gelap di depan gedung DPRD Tasikmalaya. Dalam demonstrasi di tengah guyuran hujan deras tersebut, mahasiwa merusak pagar besi gedung DPRD dan memblokade Jalan RE Martadinta.
Pantauan di Posisi ratusan mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Perjuangan, Universitas Pendidikan Indonesia, aliansi aktivis dan rakyat menggugat. Mereka menuntut dicabutnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Massa aksi datang dengan memakai motor dan mereka berjalan membawa spanduk bertulis Kabinet Gemuk, Efisiensi Sorry Yee, keranda bertuliskan Telah Meninggal Dunia Kkepemimpinan Prabowo-Gibran, Asta Cita Menjadi Duka Cita, Kebijakan Efisiensi Anggaran Dapat Mmenyengsarakan Rakyat. Mahasiswa menuntut Member DPRD menemui mereka.
Aktivitas mahasiswa, Seni mengatakan, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 akan berimbas pada perekonomian masyarakat terutama para pedagang kecil seperti pedagang cilok, seblak, goreng bala-bala, gehu, siomay, es doger, es kelapa muda, pedagang Paham dan lainnya. Mereka menuntut DPRD Kota Tasikmalaya menolak dengan aturan tersebut.
“Kami meminta agar Member DPRD Kota Tasikmalaya supaya menolak kebijakan Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Karena, upaya yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran bukan diperuntukkan Buat makan bergizi gratis (MBG) tapi Biaya yang digunakan itu Buat investasi dan dengan kebijakan tersebut akan menyengsarakan rakyat,” katanya, Rabu (19/2).
Aksi makin memanas dan mahasiwa membakar ban bekas di Jalan RE Martadinata tepatnya berada di Pos 1 depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka juga sempat terjadi aksi dorong dengan petugas TNI, Pori dan Satpol PP. Aksi massa semakin brutal setelah diguyur hujan, mereka merusak pagar besi di Pos 2 dan langsung dilempar ke tengah jalan.
Perusakan yang dilakukan oleh mahasiswa berlanjut dan mereka melempari Member Polisi, TNI, Satpol PP dengan menggunakan batu dari luar pagar gedung DPRD. Massa membubarkan diri setelah kendaraan water cannon Punya Polres Tasikmalaya Kota menyemprotkan ke arah mereka. (E-2)