Coretax hingga Anggaran Perdana Danantara

Ilustrasi logo Danantara. Foto: dok Danantara.

Jakarta: Sejumlah Informasi ekonomi menjadi terpopuler pada Rabu, 19 Februari 2025. Informasi-Informasi ini terpantau menjadi perhatian para pembaca Liputanindo.id.

Pembaca menyoroti beberapa isu yang sedang mengemuka Begitu ini. Berikut rangkuman Informasi selengkapnya:
 

1. Suntikan Anggaran Awal Danantara Lelah Rp327,2 Triliun

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan initial funding atau pendanaan awal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencapai USD25 miliar atau senilai Rp327,2 triliun (kurs Rp16.360).

Baca selengkapnya di sini
 

2. Ini Akibat Ekonomi dari Kepemimpinan Donald Trump, Berikut Untung Ruginya

Kemudi Amerika Perkumpulan di Rendah kendali Donald J. Trump dinilai bakal menimbulkan tantangan bagi ekonomi di ASEAN. Tetapi di Begitu yang sama kepemimpinan Trump juga disebut bakal menghadirkan Kesempatan bagi negara-negara di ASEAN.

Cek Artikel:  PAL dan Jepang Jajaki Kerja Sama Pembangunan Kapal Perang

Baca selengkapnya di sini

 

 

3. Sudah Disiapkan Satu Sepuluh tahun, Coretax Kok Lagi Bermasalah?

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku heran dengan  penerapan Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau core tax administration system/CTAS yang Lagi sarat bermasalah. Padahal, sistem tersebut telah disiapkan pemerintah selama satu Sepuluh tahun.

Baca selengkapnya di sini
 

4. Indonesia Harus Pintar Tangkap Kesempatan dari Perang Tarif AS

Penasihat Spesifik Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro berpandangan pemerintah Indonesia mesti pintar menangkap Kesempatan dari perang tarif yang diberlakukan Amerika Perkumpulan (AS).

Baca selengkapnya di sini
 

5. Lagi Jual Harga Pangan di Atas HET? Awas Disegel Mentan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada para pengusaha yang Enggak menjalankan penjualan bahan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET). Enggak main-main, perusahaan yang melanggar terancam disegel dan dibekukan izinnya.

Cek Artikel:  Bank Dunia Memajukan Perkiraan PDB Tiongkok Buat 2024-2025

Baca selengkapnya di sini

Mungkin Anda Menyukai