Penaksiran Kanker Payudara Lebih Efektif dengan Mamografi dan USG Berbasis AI

Diagnosis Kanker Payudara Lebih Efektif dengan Mamografi dan USG Berbasis AI
Ilustrasi(freepik.com)

KANKER payudara adalah jenis kanker yang paling banyak diderita di Indonesia. WHO menyatakan, kanker dengan keganasan paling tinggi yang menyerang Perempuan yakni sebesar 11,6 persen,

Sebagian besar kasus kanker payudara baru diketahui ketika telah memasuki stadium lanjut. Akibatnya tingkat kesembuhan cenderung kecil,

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad (K) Menonton adanya potensi kecanggihan AI Kepada pencitraan payudara.

Dosen Radiologi-Pencitraan Payudara dan Reproduksi Perempuan dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM itu meneliti soal mammogram berbasis AI.

“Analisis mamogram berbasis AI sudah mengungguli model penilaian risiko tradisional berdasarkan riwayat pribadi dan keluarga. Pendekatan skrining yang lebih personal dan berbasis risiko, dengan memanfaatkan teknologi terbaru, dapat meningkatkan deteksi dan penanganan kanker payudara,” kata Lina dalam pidato Jabatan Guru Besar dirinya yang berlangsung di Balai Senat UGM, Selasa, 13 Februari 2025.

Cek Artikel:  Apa Pas Vitamin D3 Bikin Berat Badan Turun Ketahui Fakta-faktanya

Pada upacara pengukuhan tersebut, Lina menyampaikan pidato berjudul Masa Depan Radiologi dalam Penguatan Strategi Pengelolaan Kanker Payudara. Dalam pemaparannya, Lina menyebutkan, beberapa tahun terakhir, modalitas pencitraan payudara lainnya, seperti Breast Computerized Tomography (BCT), telah dikembangkan. Selain itu, penelitian awal mengenai Electrical Impedance Tomography (EIT) telah dilakukan di Indonesia.

USG dengan Dukungan AI

Teknologi EIT Mempunyai resolusi pencitraan yang lebih rendah dibandingkan dengan USG. Tetapi EIT Bisa membedakan lesi solid dan kistik. Ini diharapkan dapat lebih dikembangkan sebagai modalitas pencitraan payudara.

“Kedua teknologi tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan mamografi,” paparnya.

Cek Artikel:  Belum Tentu Terjamin, Ini 4 Risiko Kosmetik DIY yang Harus Engkau Cermati

Menurut Lina, mamografi adalah metode skrining yang paling Standar digunakan Kepada mendeteksi kanker payudara. Keberhasilan program skrining berbasis populasi dan pengembangan metode lokalisasi lesi payudara preoperasi menyebabkan peningkatan pemanfaatan mamografi.

Salah satu opsi yang kini juga dikembangkan Kepada mendeteksi kanker payudara adalah melalui perangkat USG yang didukung oleh AI.

Memudahkan Penaksiran dokter

Di era digital seperti sekarang, lanjut Lina, perkembangan artificial intelligence diciptakan Kepada mempermudah pekerjaan Sosok. Bidang radiologi juga Tak luput dari cengkeraman AI.

Lina menegaskan bahwa penggunaan AI di bidang radiologi bukanlah upaya menggantikan dokter spesialis radiologi.

Cek Artikel:  Hindari Hipertensi, Batasi Konsumsi Garam Maksimal 1 Sendok Teh per Hari

Kecanggihan AI mempermudah tugas dokter spesialis radiologi. Selain itu, penerapan AI dalam deteksi kanker payudara ke depan membuka Kesempatan pengembangan keahlian tata laksana skrining kanker payudara. (H-2)

Mungkin Anda Menyukai