Angkatan Laut AS Ikut Latihan Perang Multilateral Komodo di Bali

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Berbarengan Komandan Armada Pasifik AS Laksamana Steve Koehler. Foto: Kedubes AS

Bali: Angkatan Laut Amerika Perkumpulan (AS) bergabung dengan angkatan laut dari lebih dari 20 negara lainnya dalam upacara pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut di Bali, Indonesia, pada 16 Februari.

MNEK menekankan kerja sama maritim multilateral dan protokol tanggap bencana. Latihan ini berlangsung bersamaan dengan International Maritime Security Symposium (IMSS), simposium maritim Global terbesar yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut. Tema IMSS tahun ini adalah “Mengatasi Tantangan Keamanan Maritim dengan Teknologi dan Kerja Sama.”

“Saya bangga dengan apa yang dapat dihasilkan oleh Armada Pasifik AS dan Laskar gabungan kami dalam hal kekuatan militer, kemampuan kami Kepada bersinergi di Seluruh domain, serta melakukan Seluruh itu Berbarengan sekutu dan Kawan kami,” ujar Laksamana Steve Koehler, Komandan Armada Pasifik AS dalam presentasinya di IMSS, dikutip dari keterangan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Rabu 19 Februari 2025.

Cek Artikel:  6 Pemimpin Dunia Sampaikan Ucapan Selamat Imlek 2025

“Kami akan Lanjut menjadi Kawan maritim yang andal bagi Seluruh negara yang Mempunyai tujuan sejalan serta bagi Kaum mereka dalam mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Kami melakukan ini dengan kesatuan tujuan serta kekuatan yang besar dan Tangkas,” imbuh Laksamana Koehler.

Kapal perusak berpeluru kendali (destroyer guided-missile) kelas Arleigh Burke, USS Dewey (DDG 105), serta pesawat P-8A Poseidon dari Komandan Task Force 72, mewakili kekuatan Angkatan Laut AS dalam latihan ini.

Tema MNEK tahun ini adalah “Kemitraan Maritim Kepada Perdamaian dan Stabilitas.” Tema ini dirancang Kepada mendorong koordinasi kekuatan angkatan laut multinasional guna memperkuat Sokongan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, membangun Rekanan sipil-militer, serta meningkatkan pemahaman dan interoperabilitas dalam merespons daerah yang terdampak.

Cek Artikel:  Sandingkan Israel dengan Nazi, Turki: Kemanusiaan Akan Berdiri Serempak Palestina!

Selama enam hari fase latihan di pelabuhan, kegiatan akan mencakup lokakarya militer Global mengenai perbaikan infrastruktur dan tanggap darurat medis, serta kegiatan pengabdian masyarakat dan pertukaran budaya. Setelah itu, latihan akan berlanjut ke fase laut, dimana kapal dan pesawat yang berpartisipasi akan melaksanakan manuver terkoordinasi serta pelatihan pencarian dan penyelamatan.


Laksamana Steve Koehler dan USS Dewey. Foto: Kedubes AS

Komodo 2025 merupakan Penyelenggaraan kelima dari latihan ini, dengan latihan pertama kalinya diadakan pada 2014.

USS Dewey beroperasi di Rendah Destroyer Squadron (DESRON) 15, skuadron perusak terbesar yang dikerahkan di garis depan Angkatan Laut AS serta kekuatan Primer permukaan Kepada Armada ke-7 AS.

Cek Artikel:  Imbas Banyak Kena Skandal, Ibu Negara Korea Selatan Tak Tengah Dampingi Lawatan Presiden ke Luar Negeri

Armada ke-7 AS adalah armada garis depan terbesar Angkatan Laut AS, dan secara rutin berinteraksi serta beroperasi dengan sekutu dan Kawan Kepada menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Mungkin Anda Menyukai