
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Jawa Barat, melibatkan peran pelajar di sekolah Kepada gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah merebaknya demam berdarah dengue (DBD).
“Gerakan PSN yang sudah dicanangkan melibatkan penguatan peran anak sekolah dengan mengaktifkan kembali program Siswa Pemantau Jentik (Sipentik),” tutur Kepala Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, Senin (17/2).
Dijelaskan Maria, program Sipetik ini merupakan bagian dari edukasi kesehatan sejak Awal. Dilibatkannya anak sekolah diharapkan dapat mengurangi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Ketika ini tengah melonjak. Sehingga, lanjut Maria, anak-anak sekolah ini dapat memantau adanya jentik-jentik nyamuk Berkualitas di sekolah maupun di rumah mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah penderita DBD di Kota Cirebon melonjak. Berdasarkan data yang dihimpun, selama Januari 2025 Dinkes Kota Cirebon mencatat sudah Terdapat 82 kasus DBD. Padahal tahun sebelumnya di periode yang sama pada 2024 kasus DBD tercatat hanya 28 kasus.
Sedangkan data penderita DBD hingga kini Sekeliling 140 orang. “Tamat Ketika ini data Lagi Lanjut berjalan. Sudah lebih dari 140, tapi data Lagi Lanjut berproses. Kepada yang dirawat juga Lagi Terdapat,” tutur Maria.
Bahkan menurut Maria, pihaknya Dekat setiap hari mendapatkan surat dari puskesmas dan rumah sakit tentang adanya pasien yang dirawat karena demam berdarah. Kepada itu, lanjut Maria, dibutuhkan peran serta masyarakat Kepada mencegah penyebaran DBD di Kota Cirebon. (UL/J-3)