HME ITB Adakan Spark Kompetisi Datathon 2025

HME ITB Adakan Spark Kompetisi Datathon 2025
Sebanyak 218 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ikuti Spark Kompetisi Datathon 2025 yang diadakan HME ITB.(Dok Telkomsel)

HIMPUNAN Mahasiswa Elektroteknik Institut Teknologi Bandung (HME ITB) mengadakan acara Spark Telkomsel pada Sabtu (15/2). Acara Spark merupakan sebuah kompetisi Datathon yang bermula dari inisiasi Ikatan Alumni Teknik Elektro (IATE-ITB) yang menginginkan adanya perlombaan Kepada menjembatani mahasiswa dengan industri dalam skala nasional dan relevan dengan teknologi terkini, maka dari itu lahirlah Spark Telkomsel

“Spark Telkomsel merupakan perlombaan Kepada mendesain suatu kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), dengan melakukan pengolahan data. Selain alumni dan mahasiswa, banyak pihak yang telah membantu keberlangsungan acara ini, Berkualitas dari Telkomsel, Bangunindo, Google Cloud, serta Korika,” Jernih Ketua Pelaksana Spark Telkomsel dari HME ITB, Anas Faturrahman.

Bahkan kata Anas, Bangunindo dan Google Cloud menyediakan platform yang akan digunakan peserta dalam merealisasikan rancangan AI yang dibuat oleh peserta, Yakni Bliv dan Vertex AI. Kepada diketahui Bliv merupakan aplikasi pengolahan data dari Bangunindo buatan anak bangsa. Aplikasi ini merupakan hasil karya anak bangsa yang patut diapresiasi karena Bisa membawa Indonesia selangkah lebih maju Kepada Bertanding di mancanegara.

Cek Artikel:  Petani di Majalengka Dapat Donasi Benih

“Sedangkan Vertex AI menjadi platform yang menyediakan fasilitas komputasi Kepada melakukan pelatihan model kecerdasan

berdasarkan data yang telah diolah,” ungkap Anas.

Menurut Anas, bermodalkan platform tersebut, 218 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dan 65 tim profesional dari berbagai instansi di Indonesia, ikut Bertanding Kepada menjadi 16 finalis. Nantinya para finalis tersebut akan diseleksi Kembali Kepada dicari karya best of the best. Penyeleksian Kepada katagori mahasiswa dilakukan oleh dewan juri yang diundang secara Spesifik, Yakni Head of Engineering dari Bangunindo, Irawan Oyong. CTO Bagunindo, Iqbal Alaydrus dan Customer Solution Consultant Google Cloud, Bambang Gunawan.

“Sedangkan Kepada kategori professional jurinya yakni, Director Tritonik, Jeffrey Samosir, Head of AI Google Cloud, Muhammad Fariz Sinaga dan Kusprasapta Mutijarsa. Finalis mahasiswa berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Telkom University, Telkom University Jakarta, Universitas Kristen Duta Wacana dan UIN Alauddin Makassar,” papar Anas.

Cek Artikel:  PPP Tentu Kekasih Asih Menang di Jawa Barat

Anas menambahkan, hasil karya enam finalis akan dipamerkan melalui booth dan presentasi. Adapun talkshow bertemakan. Bersinergi mengambil langkah Konkret demi perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia, dengan mengundang beberapa nara sumber yakni Direktur Teknologi Digital Baru dari Ekraf, Dandy Yudha Feryawan, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Kasubtim Riset dan Penemuan AI, Arif Inela Putra dengan Muhammad Fariz Sinaga sebagai moderatornya. Hadir juga dalam talkshow ini, Shafira dari Ekraf, Emir Gema Surya, GM Corporate Reputations and Corporate Event dan Bowon Baskoro GM Network Service Innovation. (AN/E-4)

 

Mungkin Anda Menyukai