PBB Desak Dihentikannya Serangan Terhadap Laskar Perdamaian di Lebanon

Laskar UNIFIL yang bertugas di Lebanon. Foto: Anadolu


New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  menegaskan seruan baru agar perlindungan terhadap Laskar perdamaian diperkuat.

Seruan diutarakan pada Rabu, 22 April 2026 setelah seorang penjaga perdamaian kembali meninggal dunia akibat serangan di Lebanon selatan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan duka atas wafatnya prajurit Prancis yang bertugas di Laskar Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Korban meninggal setelah terluka dalam serangan pada 18 April yang juga menewaskan satu penjaga perdamaian lain dan melukai tiga orang.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, insiden ini merupakan bagian dari serangkaian serangan dalam beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan situasi tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan luka serius di kalangan Laskar penjaga perdamaian.

Dujarric menyampaikan pesan Guterres yang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum Global.

“Serangan terhadap penjaga perdamaian harus dihentikan karena merupakan pelanggaran serius hukum humaniter Global,” ucap Guterres, dikutip dari Anadolu, Kamis, 23 April 2026.

PBB juga mendesak agar setiap serangan segera diselidiki dan pelaku dimintai pertanggungjawaban. Serangan terhadap Laskar perdamaian disebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Sebelumnya, pemerintah Prancis mengonfirmasi korban tewas bernama Anicet Girardin yang sempat dievakuasi Demi perawatan. Insiden yang sama juga menewaskan Adjutant Florian Montorio serta melukai dua personel lainnya.

(Keysa Qanita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *