Liputanindo.id – Polda Metro Jaya menggandeng Puslabfor Bareskrim Polri Demi mendalami penyebab peristiwa kebakaran yang terjadi di pabrik PT Jati Perkasa Nusantara di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (1/11).
“Dilakukan olah TKP lebih lanjut Serempak-sama dengan Puslabfor Bareskrim Polri Demi dilakukan pendalaman secara ilmiah Demi menemukan barang bukti dan mendalami penyebab terjadinya kebakaran, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi Ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Ade Ary menjelaskan kasus kebakaran tersebut Ketika ini ditangani oleh Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Hasil komunikasi rekan-rekan penyelidik dengan pemangku kepentingan (stakeholder) meliputi Dinas Pemadam Kebakaran, di Letak yang cukup luas itu Tetap menunggu proses pendinginan,” katanya.
Ade Ary menambahkan penyidik baru akan melakukan olah TKP setelah mendapat informasi dari Damkar bahwa lokasinya sudah dingin atau Kondusif Demi dimasuki.
Dia juga menjelaskan pihak Subdit Kamneg Polda Metro Jaya telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Puslabfor.
“Demi teknis mereka (Puslabfor) Tetap belum Dapat datang karena Eksis TKP kebakaran di Polda Gorontalo, kemudian kondisi tkp juga belum memungkinkan menurut damkar, Tetap Eksis beberapa titik api atau asap, semoga hari ini sudah habis Segala sehingga Dapat masuk proses pendinginan, ” kata Ade Ary.
Sebelumnya kebakaran melanda pabrik pakan ternak PT Jati Perkasa Nusantara di Jalan Pondok Ungu, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/11).
Sejauh ini, RS Polri telah mengumpulkan 23 sampel postmortem dari 11 kantong jenazah dan satu buah wadah berisi potongan badan.
Kemudian, RS Polri juga mengambil 12 sampel DNA pembanding antemortem dari sembilan keluarga yang melaporkan korban hilang.
Polisi juga mengimbau keluarga, kerabat, dan rekan korban yang Tetap Mau menambahkan informasi data orang hilang yang sudah diberikan sebelumnya, Demi melapor ke Posko Antemortem Identifikasi Korban Bencana atau Disaster Victim Identification DVI Rumah Sakit Polri.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Priadi Santoso menyebutkan hingga kini sembilan orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. (Ant)