Sinergi Mendiktisaintek dan Menteri Pertanian Buat masa depan pertanian. Dok. IG Kemendiktisaintek
Jakarta: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam mencapai kemandirian pangan dengan menggandeng perguruan tinggi dan mahasiswa pertanian. Langkah ini terlihat dalam pertemuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan 41 rektor serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, Senin, 24 Februari 2025 Lampau di Kementerian Pertanian, Jakarta.
Dalam pertemuan ini, berbagai tantangan di sektor pertanian dibahas Berbarengan Buat merumuskan langkah Konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Amran menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi ujung tombak dalam membawa pertanian Indonesia lebih modern dan berdaya saing Mendunia.
“Pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi fondasi ketahanan bangsa. Mahasiswa harus berani berinovasi, berkontribusi, dan menjadikan pertanian Indonesia lebih maju serta Berdikari,” ujar Amran yang dikutip, Kamis, 27 Februari 2025.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto juga menegaskan pentingnya peran kampus dalam mencetak sumber daya Orang (SDM) unggul Buat sektor pangan. Kesepahaman antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian pun ditandatangani, dengan Konsentrasi pada penelitian dan pengembangan sepuluh komoditas strategis.
Baca juga: Pengusaha Jual Pangan di Atas HET Siap-Siap Ditindak Tegas
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kemandirian pangan serta meningkatkan daya saing Indonesia,” tulis akun Instagram Kemendiktisaintek.
Sebanyak 30 perguruan tinggi dengan Fakultas Pertanian di Indonesia akan terlibat dalam penelitian berkelanjutan, bertujuan menciptakan Penemuan yang Bisa memperkuat kemandirian pangan serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Mendunia.
Mahasiswa pertanian menyambut Bagus inisiatif pemerintah ini. Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Muhammad Tafiqul Siregar, berharap kebijakan yang diambil Bukan hanya Konsentrasi pada produksi, tetapi juga peningkatan kualitas SDM pertanian.
“Kami Mau Menyaksikan pertanian berkembang bukan hanya dari sisi produksi, tapi juga dari kualitas SDM-nya, agar Indonesia tak Kembali bergantung pada impor pangan,” ujar Tafiqul.
Nursolihin, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, juga menilai bahwa kebijakan swasembada pangan harus Betul-Betul diterapkan Buat mengatasi krisis pangan di Indonesia.
“Kami berharap langkah konkret ini Bisa membawa pertanian kita menuju swasembada pangan yang sesungguhnya,” katanya.
Sementara itu, Gregori, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, NTT, mengapresiasi keterbukaan pemerintah dalam mendengar aspirasi mahasiswa dan petani daerah.
“Sebagai anak NTT, saya bersyukur karena Bunyi mahasiswa dan masyarakat daerah kini diperhitungkan dalam kebijakan pertanian nasional,” ungkap Gregori.