
PEMERINTAH Kabupaten Bandung Barat Bukan menyediakan mobil dinas baru bagi Kekasih Bupati-Wakil Bupati Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail. Hal tersebut sesuai kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim mengatakan, kebijakan Bukan membeli mobil dinas bagi kepala daerah ini pun sesuai arahan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Kita tak melakukan pengadaan mobil dinas baru bagi bupati dan wakil bupati. Bupati dan wakil bupati juga sepakat tak membeli mobil baru,” katanya, Senin (24/2).
Dia menjelaskan, Jeje Ritchie dan Asep Ismail bakal menggunakan kendaraan bekas bupati dan wakil bupati sebelumnya berupa Mobil SUV jenis Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero.
“Pak bupati dan pak wakil sepakat Mengenakan mobil bekas yang dulu supaya Dapat berhemat. Buat kendaraan bagi, kita carikan aset pemda yang Lagi layak dan bagus. Apabila Bukan Terdapat, paling nanti menyewa dulu sementara,” ungkapnya.
Beli 2 mobil
Sebaiknya, Pemkot Cimahi sudah membeli dua unit mobil dinas baru bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ngatiyana dan Aditya Yudistira dengan anggaran Rp1,4 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Harjono mengungkapkan, pengadaan mobil dinas bagi kepala daerah sudah melalui pembahasan panjang. Buat satu unit mobil dinas dibeli dengan harga Sekeliling Rp700 juta.
“Sesuai aturan, harusnya wali kota dan wakilnya berhak menerima masing-masing dua unit kendaraan dinas Adalah satu unit sedan dan satu unit SUV,” katanya.
Tetapi setelah keluar Instruksi Presiden soal efisiensi anggaran, pihaknya memangkas kebutuhan mobil dinas Buat kepala daerah menjadi hanya satu unit saja.
Sementara kendaraan dinas Buat istri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Lagi tetap menggunakan kendaraan dinas yang Terdapat lantaran efisiensi anggaran.
“Buat istri wali dan ibu wakil Mengenakan yang Pelan karena kendaraannya Lagi layak dipakai. Tapi kita usahakan Dapat membeli yang baru di anggaran perubahan,” tambah Harjono.