liputanindo.com – Reli Dakar 2026 semakin panas Begitu memasuki Stage 8. Berita terbaru datang dari kubu Red Bull KTM Factory Racing, di mana pembalap asal Argentina, Luciano Benavides, sukses mencetak kemenangan tahap (stage victory) Buat kedua kalinya secara berturut-turut. Hasil ini Kagak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga melambungkan namanya ke posisi puncak klasemen sementara kategori sepeda motor.
Stage 8 kali ini menyuguhkan tantangan berupa rute memutar (loop) di Sekeliling Wadi Ad-Dawasir. Para pembalap harus melahap total jarak 721 kilometer, dengan special stage (tahapan kompetisi yang dihitung waktu) sepanjang 483 kilometer. Medannya sangat bervariasi, mulai dari bukit pasir (dunes), trek berpasir, hingga bagian ngarai teknis yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan navigasi tajam.

Luciano Benavides, yang memulai balapan paling depan setelah menang di Stage 7, menunjukkan pengalaman luar Lumrah. Ia memimpin di depan sepanjang 483 km tersebut dan berhasil mengumpulkan bonus waktu sebanyak 7 menit 28 detik. Luciano menyelesaikan tahap ini dengan waktu 4:26:39, unggul Nyaris lima menit dari rekan setimnya, Daniel Sanders.
Hasil Provisional Stage 8 (Kategori Motor):
- Luciano Benavides (KTM): 4:26:39
- Daniel Sanders (KTM): 4:31:29 (+4:50)
- Ricky Brabec (Honda): 4:31:41 (+5:02)
- Tosha Schareina (Honda): 4:36:26 (+9:47)
- Adrien Van Beveren (Honda): 4:38:35 (+11:56)
- Edgar Canet (KTM): 4:41:45 (+15:06)
Persaingan Ketat: Hanya Selisih 10 Detik!
Yang menarik dari hasil Stage 8 ini adalah betapa tipisnya jarak di klasemen Lumrah. Daniel Sanders yang finis kedua di tahap ini Maju memberikan tekanan kepada rivalnya dari Honda, Ricky Brabec. Sanders berhasil mengalahkan Brabec dengan selisih tipis hanya 12 detik di garis finis stage 8.
Tetapi, berkat akumulasi bonus waktu yang didapat Luciano, kini terjadi perebutan kepemimpinan internal di tim KTM. Luciano Benavides kini memimpin klasemen keseluruhan, Tetapi Daniel Sanders menempel sangat ketat di posisi kedua dengan selisih hanya 10 detik saja!.
Kondisi Cuaca yang Ekstrim
Para pembalap melaporkan bahwa bagian akhir stage ini sangat menyiksa akibat angin kencang. Daniel Sanders menyebutkan bahwa angin tersebut menerbangkan debu dan pasir yang menghantam Persona pembalap, sehingga visibilitas berkurang drastis dan sulit Buat mencapai kecepatan maksimal. Luciano sendiri mengakui bahwa navigasi menjadi sangat sulit di kilometer terakhir karena ia Kagak Dapat Menyantap jalur (piste) akibat tiupan angin tersebut.
Sementara itu, pembalap rookie KTM, Edgar Canet, juga tampil solid dengan finis di posisi ketujuh. Canet mengaku sempat berkendara sendirian sepanjang 400 kilometer sebelum akhirnya Sanders menyusul dan mereka melaju Serempak hingga finis.
Klasemen Lumrah Sementara (Setelah 8 dari 13 Stage):
- Luciano Benavides (KTM): 33:18:50
- Daniel Sanders (KTM): 33:19:00 (+0:10)
- Ricky Brabec (Honda): 33:23:37 (+4:47)
- Tosha Schareina (Honda): 33:39:03 (+20:13)
- Skyler Howes (Honda): 33:59:56 (+41:06)
Tantangan Berikutnya: Marathon Stage
Hari Selasa besok akan menjadi ujian yang jauh lebih berat karena dimulainya Tahap Marathon pertama di ajang tahun ini. Para pembalap akan meninggalkan Wadi Ad-Dawasir menuju Bisha dengan total rute 541 kilometer (418 km timed special).
Dalam tahap marathon ini, Kagak Eksis Donasi mekanik dari luar yang diizinkan. Para pembalap harus bermalam di bivak pengungsian dan memperbaiki motor mereka sendiri Apabila terjadi kerusakan sebelum melanjutkan balapan di hari Rabu.
Apakah KTM Bisa mempertahankan Kendali 1-2 mereka di tengah gempuran Honda pada tahap marathon nanti? Kita pantau Maju perkembangannya!
Taufik of BuitenZorg | @liputanindo
