Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi kunjungan kerja ke Papua Barat Daya Demi memastikan ketersediaan dan distribusi Kekuatan, khususnya BBM dan LPG (Foto:Dok.Pertamina)
Sorong: Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya Demi memastikan ketersediaan dan distribusi Kekuatan, khususnya BBM dan LPG di Area Kota Sorong berjalan dengan Berkualitas. Peninjauan dilakukan di SPBU COCO 8198401 serta agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Independen pada Selasa, 21 April 2026.
Pada kunjungan kerja tersebut Hasan Nasbi menyampaikan secara Biasa pelayanan di SPBU COCO 8198401 Jalan Ahmad Yani, Kota Sorong, berjalan Berkualitas, meskipun Tetap terdapat sejumlah catatan perbaikan.
“Secara Biasa sudah berjalan dengan Berkualitas, Tak Terdapat antrean dan penyaluran BBM subsidi juga Akurat sasaran. Tetapi, Terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Independen. Dari hasil pemantauan, pasokan LPG di agen tersebut dinilai Kondusif tanpa adanya kelangkaan. Ia memastikan, secara keseluruhan ketersediaan BBM dan LPG di Papua Barat Daya tetap terjaga.
“Di agen ini Tak Terdapat kelangkaan, suplai tersedia bahkan hingga 15 hari ke depan, dan sebelum habis sudah Terdapat pasokan baru yang datang. Insyaallah pasokan Kekuatan di Area ini Pandai Maju terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” ucap Hasan.
Sementara itu, Nanik S. Deyang menyoroti kondisi masyarakat yang dinilai tetap tenang dan kondusif di tengah kenaikan harga BBM dan LPG. Meski begitu, stabilitas harga BBM di Papua memberikan Akibat positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dan Pertamina dalam menjaga harga agar tetap Konsisten.

Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya Demi memastikan ketersediaan dan distribusi Kekuatan, khususnya BBM dan LPG di Area Kota Sorong berjalan dengan Berkualitas. Peninjauan dilakukan di SPBU COCO 8198401 serta agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Independen pada Selasa, 21 April 2026 (Foto:Dok.Pertamina)
“Masyarakat sangat tenang, Tak Terdapat gejolak. Program BBM satu harga ini luar Normal, apalagi di Area timur seperti Papua. BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada Begitu kenaikan BBM di negara lain, Indonesia Tetap bertahan. Pertamina Betul-Betul menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa Kondusif bagi masyarakat,” kata Nanik.
Ia juga mengungkapkan, tingkat ketahanan stok BBM di Sorong bahkan lebih tinggi dibandingkan Area Jawa. Dengan kondisi pasokan yang Kondusif serta distribusi yang terkendali, Pertamina optimistis kebutuhan Kekuatan masyarakat di Papua Barat Daya dapat Maju terpenuhi dengan Berkualitas.
“Di Jawa stok Sekeliling 10 hari, sementara di Sorong Pandai mencapai 20 hari. Ini memberikan rasa Kondusif bagi masyarakat, semoga bukan hanya di Sorong saja. Tapi di seluruh Area Papua juga Kondusif stoknya,” ucapnya berharap.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi Kekuatan, berkomitmen dalam mendukung Sasaran Net Zero Emission 2060 dan Maju mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.
