Macron Tegaskan Eropa Tolak Ikut Operasi Selat Hormuz

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: YouTube WEF


Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Eropa sedang membangun “solusi keamanannya sendiri”.

Macron juga menyebutkan Kagak akan ambil bagian dalam operasi Demi membuka kembali Selat Hormuz di Dasar apa yang ia sebut sebagai “kerangka yang Kagak Jernih.”

Pernyataan itu disampaikan Macron pada Pertemuan ke-8 Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia.

“Orang-orang Eropa sedang membangun solusi keamanan kita sendiri. Orang-orang Eropa sedang mengambil takdir mereka di tangan mereka sendiri, meningkatkan belanja pertahanan dan keamanan serta membangun solusi Serempak,” kata Macron, seperti dikutip Anadolu, Senin, 4 Mei 2026.

Ia mengatakan kebijakan keamanan Eropa sejak 2022 dibentuk melalui sejumlah inisiatif seperti Komunitas Politik Eropa, dukungan Demi Ukraina melalui negara-negara Coalition of the Willing, serta upaya ad hoc terkait Selat Hormuz.

Macron menegaskan Prancis mendukung pembukaan kembali selat tersebut, tetapi Kagak akan berpartisipasi dalam operasi berbasis kekuatan di luar kerangka yang Jernih.

“Kalau Amerika Perkumpulan siap membuka kembali Hormuz, itu sangat Berkualitas. Itulah yang kami minta sejak awal,” ujarnya.

Macron menambahkan Prancis lebih mendukung pembukaan Selat Hormuz secara terkoordinasi antara Iran dan Amerika Perkumpulan sebagai satu-satunya solusi berkelanjutan Demi menjamin kebebasan navigasi “tanpa Restriksi dan tanpa pungutan.”

Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap gencatan senjata di Lebanon, seraya mengatakan korban baru Lagi Lalu berjatuhan dan Seluruh pihak harus memegang komitmen masing-masing.

Ketegangan di kawasan melonjak sejak 28 Februari ketika Amerika Perkumpulan (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang dibalas Teheran dengan serangan terhadap Sasaran-Sasaran Israel dan sekutu AS di Teluk.

Sejak 13 April, Washington memberlakukan blokade laut yang menargetkan Lewat lintas maritim Iran di jalur strategis tersebut.

Gencatan senjata dua pekan diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, disusul pembicaraan di Islamabad pada 11 April, tetapi negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata itu atas permintaan Pakistan tanpa mengumumkan tenggat baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *